Mind versus Heart

  • Mind  : Iya, kalau cinta kenapa harus ada sakit hati?
  • Heart : Kalau tidak sakit hati, kamu artinya tidak cinta.
  • Mind  : Lho, kenapa begitu?
  • Heart : Karena hanya yang kau cinta yang sanggup membuatmu merasa begitu.
  • Mind  : (diam)
  • Heart : Saya rasa dia tidak sayang padaku karena seringnya dia membuat saya sakit hati.
  • Mind  : Lalu kenapa kau tidak meninggalkannya?
  • Heart : Karena, karena… bagaimanapun dia sering membuat saya kecewa, hanya dia juga yang bisa membuat saya bahagia.

Mungkin begitu percakapan yang sering sekali menghampiri hati dan pikiran. Alasan seringnya kita sakit hati saat sedang mencinta adalah karena seringnya kita berharap kemudian realita tidak sesuai apa yang kita harapkan. Hasilnya tentu, sakit hati.

Bukan hanya sakit hati bagian dari cinta. Saat kita mencintai seseorang, selain timbul rasa sayang, rasa yang lain kemudian muncul; possesif, cemburu, pengharapan di luar batas dan rindu. Jika semua rasa itu tidak teratasi dengan baik hasilnya kemudian adalah sakit hati.

Semuanya akan baik-baik saja seandainya kita bisa mendamaikan hati dan pikiran kita. Membuatnya satu suara, kompak.

Advertisements

2 thoughts on “Mind versus Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s