Pisah

Sayang, kita berpisah
tapi bukan berarti saya berhenti cinta padamu

masing-masing tanaman akan meninggalkan
paling tidak sehelai akar serabut
saat ia dicabut
ia menyisakan sesuatu
pada tanah
semacam cinderamata
bahwa ia pernah disana
begitu, bukan?

kau meninggalkan tidak satu, tapi ribuan kerlip
kenangan yang tetap bercahaya
ratusan kepakan kupu-kupu
yang tak mau pergi dari perutku yang perih
juga hatiku yang pedih
entah kapan akan berhenti

entah sampai masa apa saya berhenti cinta padamu

Sunshine

Advertisements

One thought on “Pisah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s