Koruptor atau Kita yang Bodoh

Koruptor itu bukan hanya serakah tapi juga bodoh.
Sebenarnya saya tidak mau berkomentar tentang kasus korupsi manapun yang merajalela di Indonesia. Kasus korupsi yang sudah tidak terhitung jumlahnya itu terasa sangat memuakkan. Indonesia sudah overdosis untuk kasus korupsi. Jika korupsi itu anggur merah, Indonesia sudah mabuk dan puyeng berkepanjangan.

Kasus yang sedang hangat di televisi sekarang adalah apalagi kalau bukan tentang perseteruan ANAS dan NAZARUDDIN. Media terus-menerus mengekspose soal sumpah pocong versus hukum gantung di Monas. Kita menonton televisi, masyarakat memberi suara dan pendapat soal kedua istilah ini, lalu kemudian apa?

Percayakah kalian bahwa sebenarnya tak akan ada yang berubah misalnya jika Nazar ataukah Anas yang bersalah?

Setidaknya untuk saya pribadi.

Maksud saya, kasus besar yang melibatkan petinggi-petinggi negara itu takkan mempengaruhi kehidupan masyarakat kecil. Koruptor memang merugikan negara. Koruptor memang harus dihukum berat. Koruptor memang pencuri, penipu dan penjahat. Tapi, tahukah kalian hal itu tidak berarti apapun?

Lain halnya jika uang yang dikorupsi itu mempengaruhi kenaikan harga BBM. Misalnya, Anas dan Nazar itu terlibat korupsi uang negara yang mestinya menjadi subsidi BBM. Uang yang mestinya dijadikan uang pembeli migas Indonesia, tapi malah dikorupsi. Nah, itu baru pengaruh. Pengaruhnya bahkan besar sekali bagi rakyat kecil. Tidak heran kan, mahasiswa berdemo mati-matian menentang keputusan pemerintah. Meskipun sebenarnya, takkan ada yang berubah.

Saya tidak peduli Angelina Sondakh dan Miranda Gultom ditahan atau tidak. Toh, mereka akan tetap KAYA. Saya juga tidak peduli Gayus kedua, alias Dhana Widyatmika punya rekening gendut hingga puluhan miliar atau tidak. Toh, itu urusannya. Saya hanya peduli bagaimana sekarang saya bisa menjadi lebih baik untuk hidup saya sendiri dan untuk orang-orang di sekitar saya.

Bukankah itu gunanya dibuat lembaga-lembaga, divisi-divisi, seksi-seksi? Agar mereka hanya mengurusi apa tugas dan tanggung jawab mereka dengan sebaik-baiknya? Maksud saya disini, kerjakan apa tanggung jawabmu masing-masing dengan berharap bahwa hal itu akan membawa dampak yang baik bagi keseluruhan dan satuan inti.

Iya, koruptor itu bukan hanya serakah tapi juga bodoh. Serakah, karena mereka sudah KAYA tapi masih ingin lebih KAYA. Bodoh, karena mereka tahu nasib apa yang menanti mereka jika ketahuan tapi masih juga korupsi.

Mau dibilang tidak pedulian atau apa tapi memang kenyataannya begitu. Pemerintah sekarang sudah tidak peduli sama masyarakat. apalagi masyarakat kecil. jadi kalau mau mengubah hal yang besar, berpikir dan jadilah sesuatu yang besar untuk dirimu sendiri lalu kemudian orang lain.

Sunshine

Ditulis setelah menonton televisi di rumah seharian dan menemukan kemuakan dan kejenuhan dengan berita yang tidak ada bagus-bagusnya sama sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s