something wrong

THERE’S SOMETHING WRONG WITH ME.
I DON’T KNOW HOW TO ACT AND OVERCOME.

Advertisements

Joel and Clementine

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

Clementine:
I’m not a concept, Joel.
I’m just a fucked-up girl who’s looking for my own peace of mind.
I’m not perfect.

Joel:
I can’t see anything that I don’t like about you.
Right now I can’t.

Clementine:
But you will.
But you will.
You know, you will think of things, and I’ll get bored with you, and feel trapped…because that’s what happens with me.

Joel:
Okay.

Clementine:
Okay

Joel:
Okay.

Rasanya inilah inti dari film berdurasi 108 menit ini. Beautiful, beautiful. I watched it twice dan masih terharu dengan kisah cinta mereka berdua. Salute to Michel Gondry as a director!

Pelita Lita

Lita menatap nanar pada cahaya kuning puluhan mobil dari jendela bus. Sudah malam, tinggal dia dan beberapa penumpang lain yang tampak selelah dirinya. Dia memerangkap ingatan indah yang dilewatinya hari itu. Ingatan yang tiba-tiba menyeruak saat iPodnya memutar ‘It’s Not True’ milik Keane.

You’ve been watching dawn from the gutter
Trading one bad move for another
It’s been a stormy night but it’s almost through

Friends you once loved don’t know you
Even your own eyes don’t know you
You think this whole world’s trying to bury you
But it’s not true

Pagi ini, saat dia keluar membeli koran di depan kantornya, seseorang menepuk pundaknya, sambil berseru, “Pelita!”, tiba-tiba jantungnya serasa keluar dari rongga dadanya. Dia berbalik, menemukan dugaannya berwujud manusia.

So don’t you say
There’s something in your core that can’t be saved
Cause it’s not true
And every atom of my heart is missing you

Pukul 09.00 waktu Starbucks.

Di dunia ini, ada hal-hal yang tidak berubah. Di dunia Lita, salah satu hal itu adalah ingatannya pada sosok lelaki yang sekarang duduk di depannya. Faris.
“Masih suka naik atap sendiri, Lit?”
“Iya. Tiap hari. Kamu?”
“Sudah tidak lagi…”
“Sayang sekali,”
“Iya,”
“Gimana kerjaan?”
“Baik,”
“Hmm…,”
Lita mengira akan terperangkap dalam suasana yang tidak nyaman seperti ini, sepuluh bahkan sejam ke depan. Namun entahlah, melihat Faris ada di depannya, masih saja membuat kesunyian seribu abad takkan jadi masalah.
[]
Pukul 22.30, Terminal Lebak Bulus
Lita turun dari bus. Dia merubah rencananya di tengah jalan dan sekarang di tangannya sudah ada tiket travel menuju Bandung. Setengah jam lagi berangkat, batinnya. Dia tak akan urung niat kali ini.

be continued

Nenek

Saya mengawali pagi ini dengan kabar sedih dari Makassar. Nenek Indo’ meninggal.

Saya yang baru bangun di kamar yang berjarak ribuan kilometer dari Makassar, langsung panik. Seketika air mata langsung bercucuran, sedih sekali rasanya. Jenis perih di hati yang tiba-tiba dan tanpa beban.

Atas pesan Mama, saya mengirimkan Nenek Indo’ sebuah Al-Fatihah dan Surah Yasiin.

Perjumpaan terakhirku dengan Nenek adalah Idul Fitri kemarin. Dia memang sudah lama sakit, cuma terbaring di kasur dan tidak mengenal apapun, siapapun.

Dua tahun lalu, Nenek (dari Bapak) juga meninggal dan saya berada di Tucson. Kali ini, sama saja.

Untuk pertama kalinya juga hari ini saya ke kantor dengan kebingungan, tidak sarapan dan menulis ini di angkot G5 menuju Curug.

selamat jalan, Nek. Semoga amal kebaikanmu diterima di sisi-Nya.
آمِيّنْ آمِيّنْ آمِيّنْ يا رَبَّ الْعَالَمِيْن.

Sunshine