Nenek

Saya mengawali pagi ini dengan kabar sedih dari Makassar. Nenek Indo’ meninggal.

Saya yang baru bangun di kamar yang berjarak ribuan kilometer dari Makassar, langsung panik. Seketika air mata langsung bercucuran, sedih sekali rasanya. Jenis perih di hati yang tiba-tiba dan tanpa beban.

Atas pesan Mama, saya mengirimkan Nenek Indo’ sebuah Al-Fatihah dan Surah Yasiin.

Perjumpaan terakhirku dengan Nenek adalah Idul Fitri kemarin. Dia memang sudah lama sakit, cuma terbaring di kasur dan tidak mengenal apapun, siapapun.

Dua tahun lalu, Nenek (dari Bapak) juga meninggal dan saya berada di Tucson. Kali ini, sama saja.

Untuk pertama kalinya juga hari ini saya ke kantor dengan kebingungan, tidak sarapan dan menulis ini di angkot G5 menuju Curug.

selamat jalan, Nek. Semoga amal kebaikanmu diterima di sisi-Nya.
آمِيّنْ آمِيّنْ آمِيّنْ يا رَبَّ الْعَالَمِيْن.

Sunshine

Advertisements

One thought on “Nenek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s