Alley

Saya turun dari G5 dan berjalan kaki sejauh 15 menit untuk bisa sampai rumah.
Saya harus melewati rumah Pak Roland dan melawan debar jantung karena lolongan anjingnya yang memekakan telinga.
Sepanjang jalan sepi. Angin berdesir, daun di pepohonan bergoyang. Langit gelap, lampu jalan terang.
Saya selalu membayangkan Professor Dumbledore dengan gaun panjang penyihirnya berdiri di bawah lampu dan mencabut semua cahaya lampu jalan lalu menyimpannya dalam saya-lupa-apa-namanya.
Benda itu diwariskan kelak pada Ron, sahabat Harry.
Tapi tentu, Professor Dumbledore tak ada disitu. Semua jelas hanya khayalanku.
Sampai di rumah, saya yang biasanya langsung naik ke kamar, mendapati diriku sudah berada di depan televisi dan menonton berita penganiayaan TNI kepada wartawan juru foto di Riau.

Jatiwaringin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s