Aku Ingin Kau Ada Saat Aku Takut

Kisahnya sederhana saja. Saat itu sudah malam, aku takut pulang sendiri dengan angkutan umum. Kekhawatiranku bertambah tambah sebab kau ada di dekatku. Aku selalu lebih berani saat sendiri.

Aku tentu tidak bilang padamu bahwa aku takut. Tapi, aku memegang ujung lengan bajumu bagian belakang. Kau berjalan di depanku. Aku mengikutimu. Lalu, begitu saja, kau tahu aku takut.

Pemahaman yang hadir tanpa kata-kata.

Akhirnya angkutan berhenti di depanku. Aku naik. Kau melihatku naik. Mobil melaju. Aku lelah sekali.

Satu setengah jam kemudian, aku sudah di rumah. Dengan tergesa, aku merogoh tasku, mencari-cari handphone yang terus menerus berbunyi daritadi.

Thank God, telepon dan sms darimu. Kau khawatir. Anehnya, aku bahagia kau merasa begitu. Hahaha.

Malam itu aku tidur nyenyak layaknya bayi. 🙂

Love,
Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s