Pelukan

Dear Mama,

I need to be hugged by you. Aku rindu saat pelukanmu belum langka seperti ini. Saat kita dekat, tak ada jarak dan halangan untuk memelukmu sepuasnya, kesempatan yang jarang kugunakan, sekarang aku mengemis hanya untuk satu pelukan itu.
Waktu itu mahal, Ma. Semahal pelukanmu.

Sekarang.

Waktu kuliah, aku sering sekali memeluk Tya atau Isti setiap kali aku gundah. Pelukan mereka sehangat musim panas setelah dingin berkepanjangan. Lelah dan penat hilang, terhambur. Sekarang pun, mereka jauh dan jarang, pelukan sahabat pun terbatas.

Apakah aku rindu padamu, lelaki yang sering kupeluk dari belakang? Apakah kau rindu pelukan seperti aku pun?

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s