Masak

Dear Mama,

Malam ini, sehabis pulang membeli persediaan makanan untuk seminggu ke depan, saya akhirnya masak nasi sendiri. Dan walaupun tiga perempat dari beras yang kutanak hangus, well, saya makan nasi yang putih itu, hampir meneteskan air mata.

Ma, dua minggu ini saya sudah tinggal sendirian. Mandiri. Dan saat belanja di supermarket tadi, saya diserang ingatan Tucson. Belanja untuk kebutuhan diri sendiri, dari beras, sayur, buah-buahan, memakai uangku sendiri. Rasanya saya telah menjadi pribadi seutuhnya, Mama.

Oleh karena itu, saya harus belajar mandiri. Bukan karena ini tahun yang baru, tapi karena saya merasa inilah saatnya.

Ma, tak usah memikirkan apa kata orang. Saya baik-baik saja disini. Kau tahu kan, saya akan mengatakannya jika saya memang kesusahan. Saya berjanji padamu.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s