Pilihan

Saya pernah berpikir untuk bekerja di majalah fashion. Pertama, saya perempuan. Kedua, kupikir ritme kerja majalah cukup ringan. Ketiga, saya kuliah dan punya kemampuan di jurnalistik. Keempat, saya suka berpakaian cantik.

Tapi kemudian, well, Tuhan merestui di media harian nasional di Jakarta. Saya pun mulai menjalaninya. Dan dugaanku semula tepat, kerja di media multiplatform layaknya tempatku bekerja sekarang itu, butuh kekuatan layaknya seorang super woman. :))

Saya, sering sekali, kelelahan.

Kemudian, saya berpikir lagi, pengalaman yang akan saya dapatkan saat bekerja di majalah fashion dan di media harian yang beritanya hardnews, pasti berbeda.

Di majalah fashion, saya akan mengurusi tren fashion, gosip artis, beberapa tulisan features yang menginspirasi (yang itu-itu saja), events (yang pasti tentu keren) dan lingkungan pergaulannya mungkin berputar pada para sosialita fashion.

Saya tak akan mengurusi soal agenda walikota, masalah sampah yang menumpuk, waspada banjir, tingkat gizi buruk balita, penggunaan KB, para buruh yang menuntut kenaikan upah, korupsi pejabat pemerintah, dsb, dsb.

Intinya, bekerja di majalah fashion, saya hanya akan berguna bagi beberapa komunitas saja, bukan murni pada masyarakat. Hanya menyentuh beberapa kalangan, tidak membantu kesulitan masyarakat luas. Mungkin memang melakukan perubahan besar itu sulit, tapi mungkin saja bisa dilakukan dengan langkah yang kecil. Menulis berita contohnya.

Lagipula untuk apa hidup selain bermanfaat buat khalayak umum? Buat apa hidup dan tidak berbagi?

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s