Resign

Dear Mama,

Bukan, bukan aku yang mau resign. Pas aku menulis ini, Paus Benediktus resign dan kebetulan yang aneh, karena Sudin Perumahan DKI, Novizal juga resign di hari yang sama.

So, am not going to tell you about resign.

Mama, kemarin ada kejadian seorang mahasiswi UI, Annisa, tewas setelah loncat dari angkot karena ia takut diperkosa. Ia sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit, tapi jiwanya tidak tertolong. Jakarta semakin tak bisa diduga. Bahaya selalu mengancam, tak kenal siapapun.

Apa aku takut? Ya, sedikit. Saat aku membicarakan kekhawatiranku pada anak-anak Cuaca, mereka terkesan tidak mengerti. Tapi, sudahlah.

Kejadian ini, Ma, masih bergulir. Sampai keluar isu untuk melarang angkutan umum beredar di kota-kota besar.

I hate it, Ma. Kenapa perempuan selalu jadi korban. Perempuan yang lemah, yang lebih penakut, malah terus diintimidasi. Bukannya dilindungi dan disayangi. Kenapa Ma? Kenapa laki-laki kadang begitu kejam?
Oh iya, tentang redaktur baru itu, aku tak mau terus-terusan tersiksa dengan pikiran negatifku padanya. Kalau dilihat-lihat, dia baik juga, Ma. Dia lebih keras dan menuntut kita agar lebih kritis. Aku memang butuh guru seperti itu.

Baiklah, sampai disini dulu. Nanti aku menulis lagi padamu.

Aku rindu, Ma. Salam buat Bapak dan saudaraku yang lain disana.
Semoga sehat-sehat selalu ya, Ma.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s