Ojek

Dear Ma,

Suatu saat aku akan menjalankan bisnis transportasi, Ma.

Diilhami oleh pengalaman tidak mengenakkan selama berprofesi sebagai reporter dan bergantung pada satu profesi lain, yakni tukang ojek.

Mereka sangat berguna juga sangaaat menguras dompet. Hiks.

Pernah saat mengejar waktu dari satu liputan ke liputan lain, aku membayar ojek sampai Rp 50 ribu, Ma. Itu dari Plumpang ke Senayan. Utara ke Pusat. Cukup jauh, memang, tapi, rasanya tetap saja kurang ikhlas.

Lalu kemudian di Bandung, aku mengeluarkan total Rp 160 ribu untuk ojek saja. Rp 110 ribu berpindah ke empat tempat selama liputan dan Rp 50 ribu pas perjalanan dari Biro ke travel. Maksudku, it’s a big money! At least for me.

Ma, aku rinduuu padamu. Tapi aku juga ragu, antara mau balik Maret atau April. Ada sahabatku yang mau menikah di akhir April nanti, Ma. Apakah aku harus menahan rindu lebih lama lagi? Kalau ojek dari Jakarta ke Makassar itu berapa duit ya? Hahaha. I love you, anyway. 🙂

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s