UN Payah, Apa yang Terjadi?

Saya tidak mengikuti asal muasal ide pembuatan paket 20 soal Ujian Nasional yang keputusannya tentu dari Kemendikbud. Apa yang jelas sekarang adalah UN tidak dilaksanakan serempak seluruh Indonesia, dan tentu ini mengaburkan kata NASIONAL itu sendiri. Lembar soal dibuat siam dengan lembar jawaban dan membuat siswa grogi memisahkannya. Pasalnya, setiap paket soal diberi barcode. Jika saat memisah jawaban dan soal tersobek sedikit, harus minta soal baru lagi. Belum, lembar jawaban UN yang tipis. Siswa harus ekstra care untuk menghapus jawabannya jika keliru. UN akhirnya kehilangan ruh, maknanya jatuh. Apa yang terjadi? Pendidikan mestinya menjadi poin yang paling diperhatikan. Bukankah pendidikan punya porsi paling besar di APBN dan APBD? Lalu, apa yang terjadi? Semoga siswa-siswi seluruh Indonesia yang tahun ini menjalani UN bisa bersabar dan ikhlas. Tetap semangaaat. 🙂

Komentar ini muncul setelah membaca ini.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s