Same Pattern

Waktu itu, aku pernah bilang ke Lida, alangkah indah ceritanya jika kita berjuang bersama lelaki yang kita kenal, lelaki yang kita suka dan suka kita balik juga. Berdua sama-sama menjadi saksi jatuh bangun satu sama lain. Kita ada pas dia lagi gini, pas lagi hadapin gitu. Kita satu-satunya orang yang jadi tempat sandaran dan inspirasi dia buat bangkit lagi dalam masa rapuhnya. Kita satu-satunya orang yang bisa bikin dia bahagia. Kita merasa sedih dan seneng bareng-bareng.

Dibandingkan…

Kita bersama lelaki yang sudah mapan, sudah sukses, sudah punya semuanya. Kita jadinya gak tahu dulunya dia kayak apa kecuali dari cerita dia doang, cerita temen-temennya, cerita orangtuanya. Which is telah mengalami beberapa kalimat dramatis. Hidup kita memang terjamin, aman tentram dan mungkin takkan berkekurangan, tapi setelah itu apa?

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s