Diriku yang Dulu

Aku rindu diriku yang dulu. Perempuan yang bebas, hatinya tak dimiliki siapapun. Perempuan yang hanya menikmati menulis dan merasakan hal-hal yang diberikan dunia. Perempuan yang peka dan suka sekali membaca puluhan judul buku dalam setahun. Perempuan yang menulis setelah menonton film yang menginspirasinya. Perempuan yang mencipta cerita rekaan Clare Henry. Perempuan yang seringkali cuma menghabiskan hari-harinya di dalam kamar dan saat ibunya membuka pintu kamar mencarinya, Ibunya akan mendapatinya memegang novel setebal kamus Oxford.

Dia tidak pintar tapi dia tahu mengutarakan pendapat. Dia pemalu bahkan tidak percaya diri. Tapi tentu saja dia cantik, mirip Bapaknya, kata orang-orang.

Perempuan yang dulu ini menulis banyak sekali cerita fiksi dan khayalan. Ide-idenya bertarung luarbiasa dalam kepala, ingin mewujud dalam cerita utuh namun tak pernah selesai. Tulisan-tulisannya bagus, begitu kata teman-temannya.

Perempuan ini cepat sekali menyerap sesuatu, sehingga dia harus selalu berada di sekitar orang-orang yang positif. Perempuan yang hanya menikmati menjadi dirinya sendiri, sampai dia bertemu dengan laki-laki itu.

Aku rindu benar dengan diriku yang dulu. Masa-masa di Makassar, sebelum bertemu denganmu.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s