Asking

Hari ini nyaris tidak ngapa-ngapain.

Well, am kinda frustrating lately. Alasan pertama, obrolan teleponku terakhir dengan Mama berujung ngambek. Entah kenapa, walaupun telah hidup berjauhan seperti ini saya masih saja merasa cemburu dengan kasih sayangnya yang selalu lebih pada Warni. Saya kecewa karena saya jauh dan merasa harus lebih diperhatikan, tapi beliau malah sering sekali mengutamakan kakakku. Bapak sudah mengirimiku sms, Mama juga sudah minta saya meneleponnya lagi. Tapi saya, dengan segala egoku yang belum juga mencair, belum siap mendengarkan.

Kedua, ah, ritme kerja di desk baru yang membuat saya masih bingung dan kelelahan. Kupikir karena mingguan jadi bisa lebih santai, tapi well, sama saja. Jadwal majelis taklim dan agenda keIslaman lainnya bisa bertabrakan dan jaraknya yang jauh membuat saya terpaksa harus berganti-ganti Kopaja, angkot, metromini untuk mencapai venue.

Ketiga, saya benci sendiri. Padahal saya sudah janji untuk tak akan membenci apapun. Sendiri di kosan tanpa teman ngobrol, dan dalam kondisi kepala pusing begini, membuat saya berpikir aneh-aneh. Kupikir saya sudah terbiasa sendiri dan menikmatinya, tapi sendiri itu berat. Perasaan yang amat sangat tidak enak. Saya perlu ngobrol, bercerita, melihat seseorang. Dan bukan narasumber ataupun orang yang kutemui di tempat liputan. I need partner.

Dan demi apa, setiap mendambakan seorang partner saya cuma membayangkan satu orang yang entah sekarang sedang melakukan apa dan belum tentu juga dia mengingat dan merasakan hal yang sama denganku?

Sunshine
in a really bad unwillingly do things.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s