Friends are Family We Chose

Kadang, aku merasa banyak berhutang budi pada teman-teman dekatku, which is true. Kadang, aku abai. Kadang juga, aku merasa, di saat jauh dari keluarga, mereka lah keluargaku. Mereka menerima aku apa adanya. Bahkan sampai kemarahan, kesedihan, kecerewetan, bawel-bawelku, kecemasanku, cerita-cerita tidak pentingku dan kesombonganku. Semua diriku.

Mereka itu walaupun aku dengan semua buruknya sikap dan sifatku, tetap saja stay. Dan masih mau berteman denganku.

Mereka yang mengenal semua tentang aku. Dan mau kompromi dan memahami aku. Sepenuhnya. Walaupun kadang dengan pertengkaran kecil. Tapi mereka, ajaibnya, masih berada di sampingku. Mendengarku.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s