Empat Jam Sebelumnya. Four Hours Earlier

Jadi ini sudah menunjukkan pukul 2 pagi. So, it’s 2 AM now. Empat jam lagi, saya mestinya sudah berada di bandara Soetta, siap-siap keberangkatan ke Guangzhoum, Cina. Four hours later, I should have been in Soetta airport, preparing my flight to Guangzhou, China. Tapi sekarang yang saya lakukan adalah menulis ini dengan dua berita stok yang masih belum kelar. Riana, stop writing now.

Tadi saya bertelepon dengan Brainwave. Lama sekali. Dia tak mau menutup telepon, dan saya yang bodoh oon nya juga, tidak mau menutup telepon. Jaringanlah yang akhirnya memisahkan kami.

Lama sekali rasanya sejak bertemu Brainwave, sekitar nyaris dua bulan yang lalu. Waktu dia membantu cari kosan. Obrolan telepon tadi itu rasanya, terasa asing sekaligus terasa sudah biasa. Dia bercerita bla bla bla, aku mendengarkan. Aku yang bercerita bla bla bla, dia lalu yang mendengarkan. Tapi ada dead air sekitar lima belas menit, kami cuma mendengar diam dan hampa udara di balik telepon masing-masing. Aku semalam begitu rindu padanya, lalu dia mewujud dalam suara di telepon malam ini. Hahahaha, that’s happiness, dear friends. đŸ™‚

Tapi Insya Allah pertemuan kami akan terpisahkan seminggu lagi. So, see you next week, B! I miss you already.

Riana, stop writing now. Lanjut kerja artikelmu. Kau tidak dengar smsnya redakturmu?

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s