Tight Deadline

Ah, dashboard via web berubah jadi unyu banget gitu gak sih?

Ahad kemarin, aku baru aja pulang tugas dari Pangkep, liputan pesantren putri IMMIM. Sejak dibayarin ongkos kesana, aku setuju-setuju aja pas ada klien tawarin liputan itu. Toh Pangkep berjarak dua jam dengan mobil ke Makassar, my hometown.

Jadilah, kelar liputan, Sabtu malam aku udah ada di rumah. Rasanya aneh banget. Tita keluar sambut aku sambil bilang, “Is that really you? I am in shock!”

Yah, aku juga ngerasa hal yang sama. Pulang menjadi sesuatu yang aneh kalau kita lakuin itu terhitung cuma tiga bulan sekali. Ketemu Mama, Bapak, dan lima saudara perempuanku. Rasanya priceless banget ngumpul di kamar Warni ngobrol dan ketawa-ketawa, teriak-teriak amburadul gak jelas. Dan malam ditutup dengan makan di depan tivi, di lantai, sama-sama. Makanannya dikit, jadi kita dulu-duluan siapa yang cepet.

The moment I won’t get when I get back to Jakarta, mother-hell city.

Pas setor oleh-oleh dari China, aku senang banget, soalnya gak seperti pas bagiin oleh-oleh dari US tiga tahun yang lalu, Mama juga ngerasa senang dibawain banyak barang bagus. Tita, Meli, Lulu juga kebagian baju dan jam tangan. Warni, Ayu, Bapak juga dapat baju dan dompet. Ah, kalau Mama senang rasanya kayak menang kejuaraan apa gitu, bahagia.

Aku di rumah cuma 24 jam. Kalau dikurangin waktu tidur aku yang mirip kebo, 9 jam, artinya aku cuma 15 jam di rumah. Which is not enough for me. Tapi mau gimana lagi. Kerjaan wait me there, in another city.

Sebelum berangkat ke bandara dan Mama udah packing-in baju aku ke koper baru- koper lamaku rusak-, aku sama beliau pelukan lamaaa banget. Mama minta aku buat kerja aja kembali ke Makassar. Dia gak sanggup jauh-jauh sama anaknya. And she’s cried, I cried, both of us cried without voice.

Dan aku mutusin saat itu juga, begitu kontrak habis aku bakalan quit dari kerjaan aku sekarang begitu aku dapat kerjaan baru. Ini bukan karena aku gak suka kerjaannya, bukan karena aku gak suka kantornya, ini beneran karena Mama mintanya gitu.

Sunshine

PS. Aku niatnya nulis ini lebih panjang, tapi redaktur terus PING! dan nanya progress kerjaan. Ini ditulis sementara ngerjain Mujahidah sih. Rese, kerjaan banyak banget, ampun-ampunan deh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s