Alicia dan Kapsul Mimpi

Bagian I

“Apa kau yakin?”

Brad menatap wajah Alicia dengan serius. Tatapannya lurus tanpa ekspresi. Dia tak pernah berniat menceritakan penemuannya ini pada Alicia agar sahabatnya ini memintanya melakukan hal yang paling tak masuk akal yang pernah dipikirkannya.

“Aku yakin. Tolong bantulah aku”, Alicia menjawabnya dengan sedikit merengek.

Brad menghela nafas. Dia lalu mengambil botol kecil yang berisi satu butir kapsul dari laci mejanya yang ditutupi dokumen. Brad menimbang-nimbang membuka botol itu.

“Alice, ini tak baik buatmu.”
“Brad, itu bukan obat terlarang, demi Tuhan”
“Belum digolongkan obat terlarang. Tapi akan. Sesaat setelah orang-orang mengetahui apa yang kau lakukan dengan ini”,
“Kenapa orang bisa tahu? Cuma kau dan aku yang terlibat”, ujar Alicia.

“Baiklah…” Brad menyerah. Dia lalu membuka botol itu dan mengeluarkan kapsul berwarna biru menyeluruh. Kapsul itu lalu diberikannya ke tangan Alicia. Alicia menerimanya dengan penuh.

“Obat ini efeknya 12 jam. Kau akan tertidur dan pikiran bawah sadarmu akan membuatmu bermimpi tentang dia. Kau tak bisa mengontrol apa yang akan terjadi di dunia Alpha. Tak ada yang bisa, well mungkin cuma Tuhan”, ujar Brad.

“Seluruh diriku hanya tentang dirinya, Brad. Aku yakin akan bertemu dengannya di dunia Alpha”, ujar Alicia.

Brad hanya diam. Beberapa minggu yang lalu, sahabatnya ini datang padanya sambil memohon diberikan kapsul mimpi. Sebuah kapsul yang bisa membuat kita bermimpi sesuatu yang khusus, yang kita inginkan. Alicia tentu ingin bertemu Reza, laki-laki yang baru saja meninggalkannya. Brad yang awalnya menganggap ide Alicia ini gila, tak bisa apa-apa, tak tega melihat sahabatnya didera derita karena patah hati.

Alicia menatap kapsul yang ada di tangannya itu. Dia tahu ini tak baik buatnya. Tapi sudah berhari-hari mimpinya terputus tentang pertemuannya dengan Reza. Dia begitu bahagia kembali bersama Reza dalam mimpi. Saat terbangun, ia kembali tenggelam dalam air mata karena ia belum ingin mengakhirinya.

Dia tahu, Reza tak mungkin kembali padanya. Reza bahkan tak bisa kembali lagi ke dunia nyata.

Beberapa hari yang lalu, ia bermimpi bertemu Reza di koridor gedung rumah sakit. Reza berkemeja putih dan sangat rapi. Reza memanggilnya. Alicia lalu berbalik dan mereka saling berpegangan tangan berhadap-hadapan. Tiba-tiba ada musik pelan yang mengalun. Membuat mereka merapatkan badan dan berdansa. Saat paling damai yang dirasakan Alicia adalah saat ia menjadi satu dengan kekasihnya ini. Kemudian ia terbangun oleh ketukan pintu dan Ibunya memanggil dari luar. Ia kemudian menangis tanpa suara. Ia pikir dirinya sudah rusak tanpa bisa diperbaiki.

Alicia tahu sahabatnya Brad pernah menceritakan penemuannya yang bernama Kapsul Mimpi ini. Brad membuatnya untuk orang yang menderita insomnia akut. Orang-orang sibuk yang tak punya mimpi. Orang yang terlalu senang dengan dunia nyatanya, sampai tak menyukai tidur dan mimpi.

“Apakah ada orang seperti itu Brad?”
“Tentu saja. Kau tak pernah bertemu dengannya saja”, ujar Brad.

Saat terbangun itulah Alicia lalu memutuskan untuk menjadi orang pertama yang mencoba penemuan Brad. Ia rela.

Kapsul itu kini masih di telapak tangannya. 12 jam mestinya takkan begitu lama. Sambil menutup mata, ia kemudian menenggak kapsul itu dan minum air. Alicia bangkit menuju tempat tidur di laboratorium Brad. Orangtuanya sudah diberitahu bahwa ia menginap semalam bersama kawan-kawannya di rumah Brad.

Tak ada rasa. Tak ada sakit. Ia jatuh tertidur begitu saja. Brad menekan tombol start dari pengatur waktu digitalnya. 12.00 lalu berubah beruntut 11.59, 11.58, dan seterusnya. Brad lalu menyelimuti Alicia yang tertidur. Mungkin ini baik baginya. Mungkin ini bisa menyadarkan sahabatnya bahwa ia harus berusaha melupakan Reza dan menjalani lagi kehidupannya. Mungkin saja.

Alicia terkejut luar biasa mendapati dirinya menunggu di sebuah bangku taman sendirian. Siapa yang ia tunggu? Jam berapa sekarang? Ini tak pernah ada dalam ingatannya.

Namun ia bertahan menunggu. Ia tetap menunggu walaupun ia tahu waktunya tak lama untuk menunggu.
***

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s