Fasting

Jadi pemerintah memutuskan puasa dimulai pada 10 Juli 2013.

There you go, Riana. Puasa tahun ini kamu jauh lagi dari rumah. Jauh, jauh dari masakan Mama, jauh dari jalan kaki ke masjid bareng Tita, Lulu, Meli, Warni, Ayu, Bapak, Mama. Jauh dari semua kebiasaan lamamu, yang dulu sering kau jalani bersama mereka.

How does it feel?

It awfully tore my heart.

But, I can’t do anything. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah membuat diriku tenggelam dalam pekerjaan. Mungkin ke rumah tante di Jatiwaringin akan sedikit menghibur. Tapi, kadangkala melihat keluarga mereka saling sayang, aku jadi semakin rindu rumah. (Sekarang, jangan menangis, Ri. Ini masih di baswei).

Lagipula memang banyak yang perlu kau perbaiki soal kerjaanmu. Teguran dan permintaan datang dari berbagai pihak. Jadi mudah saja bukan, bagimu?

Ini menjadi Ramadhan pertamaku dengan karir dan pekerjaan tanpa keluarga. Tahun lalu aku belum punya itu semua. Tahun lalu aku menjalani puasa di rumah tante di Jatiwaringin dan masih berstatus job seeker.

Jadi tahun ini akan lebih berat, kurasa.
Dan kau harus bisa tegar, Ri. Kau tahu? Kau bisa membayangkan bahwa kau bukan satu-satunya orang yang bernasib begini. Dan itu memang benar. Banyak teman-teman lain, Ridho misalnya yang puasa di Tilburg- Belanda, yang tahun ini puasanya jauh dari keluarga. Jadi, don’t pity yourself too much. Arungi saja, jalani saja, maju saja. And you will earn something. maybe, precious.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s