Takdir

Saya percaya takdir. Saya percaya ada alasan sebuah hal terjadi. Mengapa hari ini hujan misalnya turun pukul tiga sore dan bukan turun pukul tujuh saja. Saya percaya ada kekuatan yang Maha Besar yang menggerakkan alam hingga seluruh atom, materil terkecil bersatu padu membuat satu hal tertentu untuk terjadi. Tapi tentu saja, kita tak bisa paham di awal. Kita baru paham jika melihat secara utuh ke belakang, setelah hal-hal tersebut terjadi.

Entah kenapa, saya jadi ingat cerita soal powerbank milikku sekarang. Seakan-akan, kami sudah ditakdirkan bersama. Seluruh alam bersatu padu membuat powerbank yang ada disampingku sekarang ini, ADA di sampingku, menjadi milikku. Dan kalian tahu? Saat sesuatu memang telah DITAKDIRKAN bersatu, mereka akan bersama. Rintangan takkan jadi masalah. They’re going to against all odds.

Jadi, sekitar tujuh bulan yang lalu, saya berhasil membeli powerbank merk HIPPO putih. Kapasitasnya 5800mAh, harganya 275ribu. Saya beli di salah satu mall di Bekasi. Harganya itu termasuk murah dan kualitasnya bagus. Powerbank ini memang sangat saya butuhkan jika kalian tahu sekecil apa daya batere Blackberry. Ugh, everyone need one powerbank for their smartphone. So, I got one. I was happy.

Tapi Hippotalamus (begitu ia kuberi nama) raib begitu saja dari tanganku saat liputan. Jangan tanya saya detailnya. Last thing I remembered, it just gone. I was desperate and broken heart. Untuk mengobati kesedihan, saya hanya berpikir begini, “Ri, jangankan powerbank, nyawa saja bisa hilang” dan hatiku lalu lebih terasa ringan. Saya ikhlas lah.

Kemudian, saya tidak punya powerbank untuk beberapa bulan kemudian. Saya hanya nebeng pinjam punya teman atau bawa charger kemana-mana. Hingga dua bulan setelah itu, saya berhasil membeli satu powerbank via online. Saya lupa merk dan kapasitasnya apa. Saya lalu menunggu datangnya powerbank itu, namun tak kunjung datang. Ternyata, ada kesalahan teknis dalam metode konfirmasi pembayaran, dan akhirnya, powerbank itu gagal sampai di tangan.

Kemudian, Juni kemarin, saya secara ajaib sampai di China, tepatnya Guangzhou. Malam itu, saya dan teman-teman berjalan pulang ke hotel. Sudah tengah malam. Tapi sepanjang jalan, penjual asongan baru bermunculan seperti hantu. Salah satunya seorang nenek yang menjajakan jualannya di atas meja. Saya dan Alim singgah. Saya lalu mengambil powerbank berwarna putih dan bertanya berapa harganya. Nenek itu memberi harga 180 yuan. Saya menimbang-nimbang. Powerbanknya besar dan berat. Kapasitasnya 20000mAh. Itu besar sekali. Tapi saya tak punya 180 yuan di dompet. Saya menawar 100 yuan. Namun akhirnya deal terakhir adalah 120 yuan, itu sekitar 190ribu rupiah. So, I got it and I was happy.

Dan disinilah powerbank ini sekarang berada. Di sampingku. Baru saja di charge penuh. Saya selalu berpikir, dia memang ditakdirkan dibeli olehku. Ada hal yang membuat powerbank pertama tadi raib, dan ada hal lain yang membuat powerbank kedua gagal saya dapatkan. Powerbank ini memang untuk saya. Dari negeri yang jauh, saya harus ke China dulu untuk bertemu dengannya. Saya ke China pun itu sudah satu skenario lain, bukan?

Kawan, ini sebenarnya hanya little things happened. Masih banyak, various kinds of story related to another. Kita hanya perlu lebih yakin dan lebih teliti melihat dan memaknai sesuatu. Saya selalu percaya takdir. Kita memang punya kekuatan untuk memilih. Tapi ada semacam dorongan yang membuat kita memilih ke arah satu dan bukannya ke arah sebaliknya. Saya selalu percaya hal-hal seperti itu. Mempercayai hal seperti itu membuat saya tak mau menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Dan itu membuat saya menjadi tenang. Semua sudah diatur.

Sunshine
come on, sleep now. sahur’s coming.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s