Pacific Rim (2013)

Pacific rim

Hello!
Ah, senang sekali rasanya bisa nonton film lagi di bioskop. Apa terakhir itu nonton The Great Gatsby? Haha, been a long time right?
So, I watched Pacific Rim two days ago with Lidatyas at XXI TIM Cikini, setelah tidak berhasil menempuh jarak puluhan kilometer ke BSD.

Film karya sutradara asal Mexico, Guillermo del Toro (Hellboy, Pan’s Labyrinth) ini mengisahkan tentang perang yang terjadi antara manusia dan monster laut yang disebut Kaiju. Manusia dengan temuan teknologi dan penelitiannya, berhasil membuat robot yang merupakan satu-satunya senjata untuk memusnahkan Kaiju dari kota di seluruh dunia. Robot ini disebut Jaegers, dikendalikan oleh dua pilot yang berada di dalam, bersinergi dan menyatukan diri dan pikiran serta emosi dan ingatan.

Raleigh Becket (diperankan oleh Charlie Hunnam) yang sempat pensiun menjadi pilot karena kecelakaan yang menewaskan kakaknya, dipanggil kembali oleh Stacker Pentecost (Idris Elba). Ia lalu bertemu dengan Mako Mori (Rinko Kikuchi), seorang gadis yang punya trauma dan dendam pada Kaiju. Raleigh dan Mako akhirnya menjadi satu tim (pilot dan co pilot) di dalam Jaegers dan bertarung mengusir Kaiju dari bumi.

Saya tidak banyak menonton film karya Guillermo del Toro. Namun dapat dipastikan, kesan yang muncul pertama kali saat menonton film ini adalah ingatan tentang Ultraman. Yap, pahlawan asal cerita Jepang pembasmi monster-monster laut yang ditayangkan di televisi tiap pekan itu. Entah kenapa premis ceritanya sama. Hanya saja di film ini Jaegers tidak hanya satu tapi ada puluhan dan tersisa tinggal empat dan akhirnya tinggal satu. Kendali Jaegers yang adalah dua pilot berada di bagian dada, mengingatkan saya pada Power Rangers. Semoga masih ada yang ingat bahwa robot Power Rangers dikendalikan di dalam kepala robotnya oleh para rangers.

Saya tak tahu kenapa imdb memberi rating 7,8/10 pada film ini yang menurut saya, biasa saja. Sorry to say, but that’s how I feel. Spesial efeknya luarbiasa tapi apapun yang hendak disampaikan sutradara melalui film ini, tidak sampai kepada saya as audience. Maksud saya, humornya tidak dapat. Dan Hollywood memang jago membuat film dengan spesial effect, jadi film ini tidak menjadi spesial hanya karena itu. Robot? Sepertinya The Transformers lebih fokus pada hal itu dan pasti penonton lebih menjagokan Transformers dibanding film ini.

Dari segi casting, sutradara memasang jejeran aktris dan aktor yang tidak begitu dikenal publik. Ada Charlie Hunnam yang pernah berakting di Children of Men (2006) dan Green Street Hooligans (2005). Ada Rinko Kikuchi yang pernah bermain di Bible (2006), hingga Idris Elba, aktor British yang pernah bermain di Thor (2011) dan Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2011).

Sang screenplay, Travis Beacham, turut mencipta prequel graphic novel film ini dengan judul Pacific Rim: Tales From Year Zero #1 yang dirilis pada Juni 2013.

Tapi bagi kalian penggemar film action diramu dengan visual tajam dan pertarungan yang mendebarkan, film ini worth to be watched. Buktinya, pihak 21cineplex provide us 3D versionnya. Ah, it should be more awesome. As the conclusion, Pacific Rim is one of the movie that are made for the big screen, yes it’s true.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s