Meanwhile

Saat membaca Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, entah kenapa keyakinan untuk diangkat jadi reporter, raib. Saya kemudian  memikirkan bagaimana cara menjelaskan pada teman-teman Cals di Jakarta tentang hal itu nantinya. Atau mungkin untuk diriku sendiri.

Kenapa tidak diangkat, kenapa di-cut? Hmm, mungkin saya terlalu malas. Hanya bekerja memenuhi target sedangkan kantor mengharap lebih.
Lalu selanjutnya apa? Saya tidak tahu, ada keinginan cari kerja lain, ada juga kemauan untuk kuliah lagi, tapi bolehkah saya pulang?
Pulang? Kenapa? Apa kau menyerah?
Akan mengertikah kalian kalau saya menjawab kalau saya rindu rumahku, keluargaku?
Tapi kau bisa pulang kan, sewaktu-waktu menjenguk mereka. Kau tidak harus pulang.
Iya, kalian benar. Tapi, awalnya saya berani kesini karena, karena saya tak mau ada jarak dengan Brainwave. Sekarang kami bahkan sudah tak ada apapun lagi. Kini semua orang yang kucinta berkumpul di rumah. Saya ingin dekat dengan mereka, sebelum aku jauh dibawa oleh future husbandku kelak.

Apakah itu bisa jadi alasan?
Apakah seperti itukah nanti yang akan terjadi?
Kau yang pilih, Ri.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s