Bad Dream

Barusan saya mimpi.

Entah saya berada dimana, banyak orang keluar masuk. Rata-rata bule kulit hitam. Ada tempat duduk ini, terbuat dari kulit, mampu menampung banyak orang. Bisa dijadikan perosotan anak-anak.

Kemudian udara bertambah dingin. Keliatan teman-teman lain datang mengenakan jaket tebal. Lalu, kami berkumpul, mengobrol soal teman kami yang menyebar hoax tentang Jokowi yang membagikan galaxy tab buat para wartawan balkot.

Saat penyebar gosip itu datang, kami bubar.

Lalu kami menuju aula besar yang berada di ujung jalan.

Saya datang terlambat. Jalanan ke aula sudah sepi. Langit gelap. Salju turun. Saat tengah ke aula, dari sebuah bagasi mobil saya mendengar suara Isti kedinginan. Dalam mimpi itu, saya meneruskan jalan kaki ke aula. Apapun itu, sudah dimulai. Penonton penuh. Saya belum duduk saat memutuskan kembali ke suara Isti tadi.

Ada anak-anak kecil yang membantu saya mengingat suara Isti berasal dari mobil yang mana.

“yang ini! Dia suruh kami berjaga disini”.

Karena mimpi memang absurd, jadi saya mulai membuka mobil itu dan disitu, tubuh Isti sudah membeku tak bergerak lagi.

Saya berteriak-teriak dan apapun itu yang terjadi di aula sudah selesai. Teman-teman datang dan melihat saya menangis, semua bertanya.

Tak ada yang percaya itu Isti.

Setelah itu saya terbangun.

Dan Isti menelpon.

“Isti? Are you okay?”

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s