Bapak

Ada satu laki-laki ini yang jarang kutulis disini. Dia adalah bapak. Bapakku. Entah sejak kapan saya memanggilnya Bapak. Mungkin sejak SMA atau kuliah?

Orangtuaku berkehendak dipanggil Mami Papi. And so it is, saya memanggilnya Mami Papi. Saya menganggap itu manis. Tapi setelah tumbuh dewasa, rasanya memanggil mereka dengan sapaan itu sudah menjadi tidak nyaman lagi.

Jadi saya mulai memanggil Mami dengan Mamak dan Papi dengan Bapak.

Kedua panggilan itu rasanya pas dan nyaman bagiku.

So the rest of my life, I called my parents by Mamak- Bapak.

Dan malam ini saya amat sangat rinduuu banget Bapak.

Bapak satu-satunya figur laki-laki yang paling saya kenal. Dia lelaki pertamaku. Dalam Bapak, kukenali sosok lelaki. Kupelajari, kupahami.

Memang Bapak bukan seorang menteri, atau walikota, dosen, bahkan Bapak bukanlah seorang yang kaya raya punya uang dan pintar. Dia laki-laki sederhana sekali. Pemikiran dan dunianya kecil. Dia kolot dan mudah tersinggung. Harga dirinya tinggi sekali. Bapak bukan tipe romantis. Dia menyayangi dengan cara yang aneh.

Tapi saya sayang sekali sama Bapak.

Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s