Change

Rasanya saya berubah.

Guru Readingku saat di CESL, Tucson, pernah mengatakan pada kami, di pekan terakhir kursus, saat beberapa dari kami akan pulang kembali ke negara asal, bahwa kami akan berubah.

Mungkin orang-orang dekat kalian tidak akan melihat perubahan itu. Tapi kalian yang tahu bahwa kalian berubah sementara orang lain disana tetap sama.

That’s what she said.

Apa ini hasil dari merantau sendiri jauh dari rumah dan keluarga? Tapi saya jadi lebih menghargai kebersamaan. Saya lebih menyayangi saudara-saudaraku. Saya mendoakan orangtuaku lebih tulus dan sungguh-sungguh dibanding dahulu. Saya sekarang rasanya telah menjadi diriku yang terupgrade, emotionally maupun dalam pemikiran.

Is it a good thing?

Saya tidak yakin juga. Tapi sejauh ini saya rasa iya, perubahan itu ke arah positif dan itu hal yang bagus. Hidup adalah melewati beberapa proses terus menerus dan proses itulah yang menentukan akan menjadi bagaimana hidup kita.

Ada sisi yang masih tetap sama.

Perasaanku belum pernah setenang ini, sedamai ini. Saldo di rekening sudah mencapai ambang kritis tapi hatiku tidak begitu resah. Entah dari mana asal keyakinan bahwa saya Insha Allah akan bertahan hidup. Rejeki sudah ada yang atur; Allah. Hanya Allah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Jadi sebagai orang yang beriman, kita hanya harus terus berusaha sisanya serahkan pada-Nya.

Sunshine yang terbangun di tengah malam lalu memutuskan menulis ini dibanding masak mi goreng karena lapar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s