Same Question

“Kapan nikah?”
same question from mother. pertanyaan yang sama dari Ibu. Saya gak bisa jawab apa-apa selain “lagi menunggu, Ma”.

Sekarang, setelah initial teacher training masuk ke pekan kedua, saya makin sibuk. Sibuk memfokuskan pikiran pada kerjaan. Being a teacher in international english school is not as simple as I expected. Kita dituntut kreatif, teliti dan pinter atur waktu. Saya harus banyak belajar on how to simplify yang tadinya terlihat rumit buat students saat membaca buku.

Ah, life. Ah, God. It’s raining heavily outside. Jam 8 bentar saya udah harus berangkat ke kantor dan sekarang malah posting ini disini. Curi-curi waktu padahal belum mandi juga.

Karena kesibukan ini saya udah lupa berpikir terlalu keras pada pertanyaan Ibu. Maksudku, siapa perempuan yang gak mau menikah? I am the second oldest dan kakak udah menikah. Pertanyaan yang dulunya ditujukan pada kakak, kini tertuju padaku.

“Jangan terlalu pilih-pilih, Nak”
“Gimana mau pilih Ma, yang mau dipilih juga gak ada”
“Ah, gak mungkin. Mama tau banyak yang suka sama kamu”
“Kalau bener ada Ma, mestinya mereka langsung datang ke rumah. Ngomong langsung sama Bapak, Ibu”
Ibu terdiam.
Percakapan selesai.

I’m 25 in next month. Udah gak muda lagi. Udah bukan waktunya pacaran dan menjalin hubungan tanpa komitmen. Udah bukan umurnya pamerin pacar ke social media dan pas putus misalnya, seluruh dunia tau. That was so yesterday.

Thanks for reading my curhatan gak penting sepagi ini. Hujan gede banget diluar. Ini gimana mau berangkatnya coba.

Have a nice day everyone.
Sunshine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s