Apakah Membuat Batasan adalah Perlu?

Suatu hari Anita pernah berkata padaku dalam sebuah percakapan telepon betapa dia tak bisa menulis. No matter how hard she tried. But I encouraged her. I told her semua orang bisa menulis.

Sekarang Anita telah keluar dari batasan yang dulu dia buat sendiri. Dia telah bekerja sebagai wartawan di sebuah koran lokal di Makassar. Kini pekerjaannya setiap hari adalah menulis.

Dulu saya pernah berkata pada Nita bahwa speaking English ku sangat tidak bagus. Saya masih sering berpikir sebelum ngomong. Anita agak terkejut saat saya jujur padanya karena setau dia, sebagai seseorang yang sudah pernah been abroad, speaking English should not be a problem anymore. But I told her, she was wrong.

Belum lagi persoalan bicara di depan banyak orang. Di depan kelas. Presentasi sama sekali bukan bidangku. Bertemu dan langsung akrab dengan orang baru bukanlah diriku.

Saya membuat batasan di kepalaku soal apa yang saya bisa dan tidak bisa lakukan. Saya menanamkan ketakutanku sendiri.

Betapa bingungnya saya, karena sekarang saya mengingkari batasan-batasan yang saya buat dahulu. Kini setiap hari saya harus berhadapan dengan siswa dari berbagai background. Presentasi materi while speaking English.

Jadi apakah membuat batasan pada diri kita adalah perlu?

Sunshine

Advertisements