Menunggu Kiriman Badai

Untuk semua perasaan gundah yang dilahirkan rindu.
Aku cinta padamu.

Untuk setiap debaran hati yang kau buat terbang melayang,
kemudian dihempaskan dalam gelap.

Adakah yang lebih buruk daripada cinta yang tak terungkap?
Rinduku merana, dia tak terbalas.

Padahal telah kutitipkan pada badai hujan yang kau minta-minta sejak setahun lalu.

Setelah badai kembali, dia merusakku.
Sebab tak kau acuhkan ia.
Kau selalu mengira dalam badai hanya ada amarah.
Padahal telah kutitipkan seluruh nafas rinduku.
Hingga tercerabut habis dari ragaku.
Tak bersisa.

Sudahkah aku menulis bahwa aku cinta padamu?
Akan kutulis lagi sebab ini takkan kutitip lagi pada badai.

Kau lebih mencintai pelangi.

RI

Advertisements

One thought on “Menunggu Kiriman Badai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s