It Was Never Enough

Saya merasa aman saat duduk membaca sebuah buku. Kadang saat menemukan line yang menyentuh, saya bahagia dan tertawa sendiri.

Tapi apakah itu cukup?

No
Tidak.
Mungkin takkan pernah cukup hanya dengan seperti itu.
Takkan pernah cukup seperti itu.

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s