Di Kepalamu Ada Matahari

Berlarilah engkau dari tempat yang begitu jauh
Di atas kepalamu ada matahari yang hendak terbit
Hujan takkan turun, katamu.
Padahal awan kelabu bergulung-gulung di langit.

Apa yang begitu menyakitkan dari jatuh cinta?
Kita mungkin adalah mayat-mayat berjalan
yang mencari tempat perlindungan abadi
dari hati yang patah berkali-kali

Musim gugur telah tiba
Daun-daun yang kering kini tergelatak di jalanan
Seseorang yang menyukai kamera, mengambil gambar kakinya dan dedaunan itu,
Lalu membuatnya abadi.

Berpuluh tahun kemudian dia menyesal tak membubuhi tanggal di gambar itu.
Sebab gambar tak seperti kenangan,
Ia tak pernah hidup
Walaupun ia mampu berbicara ribuan kata.

Pohon mangga di depan rumah kita sudah semakin tinggi.
Daun-daunnya lebat menghalau sinar matahari
Dari kepalamu.
Musim hujan datang.
Awan kelabu menggantung di langit yang tak bertepi.
Aku telah menemukanmu.
Hatiku yang pernah patah, kini sempurna karenanya.

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s