Spark

Rasanya sudah begitu nyaman dengan diri sendiri. Selama ini hanya memikirkan diri sendiri, keluarga dan kadang-kadang pekerjaan. Walaupun setiap ada teman yang menikah tetap saja mupeng dan bertanya-tanya “giliranku kapan?”.

Sekarang pun saya penasaran apa yang akan terjadi kalau ada laki-laki yang jatuh hati padaku. Apa saya mau mengambil resiko untuk keluar dari zona nyamanku dan mencoba lagi menjalin hubungan? 

It’s been 5 years dan belum ada satupun lelaki yang kurelakan merusak siklus hidupku yang sudah begitu nyaman kujalani. 

Merusak jam tidur dengan telepon tengah malam. Mengharuskan diri untuk membalas pesan-pesan yang kadang begitu posesif. Jadwal ketemu yang bisa dihabiskan untuk beristirahat. See? Betapa sinisnya diriku sekarang akan having boyfriend-girlfriend stuff? 

Dan tetap saja mohon pada Tuhan agar jodoh dimudahkan padahal tidak mau membuka hati. tidak mau menerima orang baru menjadi bagian dari hidup. tidak mau hatinya dijatuhi cinta lagi. 

Mungkin waktunya akan ada di masa mendatang. Saat jatuh cinta menjadi sangat nyaman dan membahagiakan. 

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s