Kemarin

Kemarin, saya dan Nita singgah makan di Coto Lesehan dekat kampus Unhas setelah lari sore. Baru beberapa menit kami makan, tiga bocah pengemis masuk dan meminta uang ke beberapa pelanggan, termasuk ke Nita.

Kupikir Nita tidak akan memberi bocah laki-laki itu apapun. Tapi saya salah duga. 

Nita tidak memberinya uang tapi memesankan dua porsi coto untuk anak itu dan teman-temannya.

“Kenapa ko belikan Nit?”, kutanya.

“Ya daripada saya kasih uang? Mending saya kasih makan”, jawab Nita singkat.

Saya tidak pernah mendapat teman yang seperti itu. Teman lain, ya seringnya tidak peduli sama pengemis dan peminta-minta. Tapi Nita, dia mengajarkan saya untuk mengubah cara kita berbuat baik. Sebab, jika kita memberi mereka uang, mereka bisa salah gunakan. Tapi kalau makanan? Mereka bisa apa selain memakannya?

Tapi sayang sekali, setelah bocah-bocah itu makan, mereka sama sekali tidak berterimakasih pada Nita. Mereka langsung pergi. 

“Sayang sekali, mereka tidak diajarkan berterimakasih”, Nita bilang. 
RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s