Lima Puluh Ribu

Kebaikan lain yang diajarkan padaku adalah bersedekah lima puluh ribu setiap hari Jumat. 

Waktu itu Jumat. Bapak akan segera ke mesjid untuk Jumatan. Tidak lama, Mama bilang ke saya untuk beritahu Warni, kakakku, untuk titip uang sedekah ke Bapak. Jadi saya ke kamarnya Warni.

“Nong, Bapak mau ke mesjid. Mau titip uang sedekah tidak?”, kutanya.

“Oh iya. Tolong ambil di tas. Ada uang lima puluh ribu”, 

“Semua ini disedekahkan? Banyak sekali”, kutanya.

“Iya, semuanya.”

Setelah itu kuberi titipan uang Warni pada Bapak. 

Beberapa Jumat kemudian, saya di kantor. Teman kantor akan segera Jumatan dan saya ingin titip uang sedekah. Di dompetku tinggal lima puluh dua ribu. Kuambil lima puluh ribu dan kuberi padanya.

“Titip nah uang sedekah mesjid”,

“Semuanya ini?”, temanku bertanya.

“Iya.”, kujawab.

“Astaga, banyak sekali”, katanya.

Intinya, kupikir kita sering berpikir nilai lima puluh ribu itu banyak, kadang juga sedikit. Lima puluh ribu kalau dibawa ke mall mah, gak seberapa. Tapi kalau mau dimasukkan ke mesjid, kita betul-betul berpikir bahwa itu terlalu banyak. Sedekah uang kecil saja, tidak usah yang besar. Begitu pikir kita, kan?

K bilang berapapun nilai sedekahnya, asal jangan sampai kita sedekah karena mengharap diganti berkali lipat sama Allah. Sedekah ya sedekah saja, niat karena Allah. 

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s