Photograph

Berpose di depan kamera itu pasti butuh skill dan latihan bertahun-tahun. Sebab untuk nampak bagus dan flawless di dalam foto itu sungguh sulit. 

Ngomong-ngomong soal foto, saya bukan orang yang terlatih di depan kamera. Untunglah telah tercipta kamera depan sebagai solusi. Saya nampaknya lebih nampak bagus dengan kamera depan dibandingkan harus diminta berpose dengan kamera belakang. 

Atau mungkin saya juga bukan orang yang suka difoto, saya begitu tidak percaya diri dengan kamera. 

Selama bersama K, kami tak pernah berada dalam satu frame yang sama. Hingga tadi malam. 

Saat tadi melihat hasil foto selfie kami, saya sadar kalau tak pernah terbiasa berfoto dengan laki-laki, berdua. Rasanya aneh sekali melihat wajahku berada dekat dengan wajah laki-laki. Aneh yang tak nyaman. 

Sebelumnya sama Brainwave juga begitu. Kami tak punya banyak foto untuk dihapus saat kami putus. Which is a good thing.

Saya hanya penasaran apakah ketidaknyamanan itu suatu saat akan berubah saat saya bersama K di masa depan. Tadi malam dia bilang merasa terintimidasi saat berfoto denganku sebab saya punya senyum yang bagus. Well, kami harus mengatasi rasa inferior itu agar bisa nanti memiliki puluhan album foto.

Anyway, saya sering teringat karakter Beauty and the Beast kalau melihat foto kami berdua. Saya adalah Beauty, K jadi Beast nya. Hehehe. 
K bilang, Beast lah yang hebat karena bisa membuat Beauty jatuh cinta padanya. Lalu kujawab, tapi kan Beast adalah Pangeran Tampan yang kena kutuk. Hahaha.
RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s