Doctor and Partner

Aku pernah baca salah satu buku Ika Natassa berjudul Divortiare. Disitu kalau tidak salah profesi tokoh utama cowoknya adalah dokter. Dan seingatku, dia sangat amat begitu sibuk.

Series yang sekarang kunonton adalah House M.D (Medical Doctor) Season 1. Ceritanya tentang dokter dan rumah sakit dan penyakit. Disitu ada salah satu scene kayak begini:

“Ayo merayakan Natal bersama”,

“Istrimu tidak keberatan?”

“Come on. I am a doctor. Istriku sudah biasa ditinggalkan”,

K pernah warn me sih kalo nanti profesinya itu ada negatif efek nya. Jadi istri dokter itu mirip-mirip istri tentara. Sering harus sabaar karena bakalan sering ditinggal karena tugas.

Kujawab “ya sekarang aja udah kerasa banget”,

Dan cerita di Divortiare itu rasanya jadi nyata.

Aku kelar kantor jam 9 malam. Pulang, makan malam dan langsung mau tiduran. Dia juga begitu. Dinas dari pagi-pagi buta sampe siang. Trus lanjut jaga sampe jam 10 malam. Dia pulang, makan malam dan capek.

Every weekdays.

Kalo ada sedikit waktu, dia cuma ngecek aku lewat chat line. 

“udah di rumah?”
“Udah makan? Makan apa?”
“lagi apa sekarang?”
“Gimana tadi ngajarnya?”

trivial questions.

trus karna capek banget dia bakalan bilang “ya udah aku istirahat duluan ya”,

almost every night.

Dan pertemuan kita ya cuma segitu-gitunya aja. Rasanya aku mau weekend itu ada tiga hari instead of 2.

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s