Unfair

Di perjalanan pulang ke rumah dari Sinjai tadi, saya membaca petikan kalimat dari cerita Felix Siauw di beranda Facebook saya. 
Bunyinya begini: 

Wajar bila mereka merasa dunia tidak adil, karena materi jadi penanda sukses. 

Dan saya langsung berhenti membaca dan lantas berpikir. Kalimatnya benar. Dunia ini pasti akan terasa sangat tidak adil kalau kita menilai sukses itu dari seberapa banyak harta yang bisa kau hasilkan dalam hidupmu. 

Kenapa bukan dari misalnya: kebahagiaan? 

Maksudku, demi Allah, saya tidak punya apapun saat ini. Bahkan jika ingin kemana-mana, saya masih bergantung dengan ojek dan angkot. Adekku malah sudah bawa motor ke kampusnya. I own nothing. Which ones would say I’m not successful yet. 
But For Godsake, I’m happy. I’m happy I want to cry. And I’m thankful. And I want to say that in this case, I’m a successful one. I can make myself happy and that worths a world. 

Saya bahagia dan saya bersyukur Tuhan. Sebab saya aman, saya sehat dan saya bisa makan. Hahaha. 
Dan barusan keluargaku kumpuuul dan bahagia. Dan K, my love of my life, baru menelpon sampai dua jam saking rindunya gak telponan hampir seminggu. 

Dan sebab itu ya Allah, saya merasa sudah di zona nyamanku yang susah sekali kutinggalkan. But I have to. 

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s