Charger

I can’t function well without my laptop and iPhone. It’s like I put half of my life inside them. All my works, photos, important files, songs, emails are there.

Keeping them in a good condition is one of the duty I must prioritise all the time including keeping them alive. In this matter, I rely on their each charger. If I can’t live without my gadgets, they can’t live without their charger. So, keeping the charger well is as important as keeping the gadget itself. 

This afternoon, my laptop’s charger was broken. My heart shattered because I knew I can’t afford a new one and I have a work to do. 

But suddenly, something pushed me to check my old laptop’s charger in the drawer which was still there somehow. So, it was really still there, the cable was covered with dust. I connected it to my laptop and HOW RELIEVED I was the minute I saw that orange light meaning it’s charging. 

I was so lucky. 

Months ago, same thing happened with my iPhone. I was worried so much because the fact that iPhone’s original stuff are so expensive. But suddenly I remembered. 

I remembered that K had the same iPhone with me. It was broken for so long but the charger was not! 

I texted him about my situation and hours later, he popped up in front of my house with the charger I wanted. 

Ah, how lucky I was. 

How lucky I am.

Alhamdulillah. 

Love,

RI

Advertisements

Kekasih

Saya suka menulis tentang K sebab dia adalah salah satu hal yang selalu terasa menyenangkan dalam hidupku.

Saya selalu menulis tentang apa yang membuatku bahagia, sedih dan marah disini sebab hal-hal itu nyata dan mudah dipahami. 

Misalnya dari senin hingga sabtu lalu, saya tidak bertelepon dengan K. termasuk fakta bahwa kami sekota dan sudah sebulan lebih tidak ketemu, dan juga PMS menyerang, saya kesal sekali padanya karena dia tidak mengacuhkan sms-smsku. 

Jadi saya bilang kalau saya tidak mau mendengar suaranya dan silakan pikir sendiri kenapa. 

kadang saya memang bisa sangat jahat dalam berkata-kata. pengaruh dari orang sekitar. 

Dan dia benar-benar tidak menelponku. saat akhirnya sudah mau lima hari, saya menelpon dan bilang maaf. 

Dan saya juga bilang alasanku marah waktu itu. 

Dan begitu saja, kami kembali berbaikan. 

Kejadian ini membuatku berpikir kalau K is such a smart and a gentle man. He knows how to handle me. Dia tidak pernah bilang apa-apa kalau saya marah dan mengomel tentang betapa kecewanya saya padanya. Dia cuma diam dan mendengar dan menunggu saya selesai. Trus dia bilang “salahku juga sih. Maaf ya”. 

Dan sampai detik ini he’s still  the man who makes my heart skips a beat. 

I know to handle him, too. 

Betapa saya harus mengerti dan sabar kalau dia sibuk di klinik, UGD atau rumahsakit dan tidak dapat kabar apa-apa berhari-hari. Pas ditelpon, cuma 5 menit pas dia punya jeda sedikit. Anita sampe bilang, “kamu itu sebenarnya punya pacar atau tidak sih?” saking kemana-mana selalu sama Nita saja.

He knows how to handle me. And I know how to handle him. And that’s why we survive till now and hopefully till forever. 

Love, 

RI

Dosa

Entah setiap kali saya berdoa dan sholat, saya selalu merasa jadi orang yang paling berdosa di alam semesta ini. 
Saya selalu mengawali doa dengan minta ampun pada Tuhan. 

Dosa-dosaku berbanding lurus dengan nikmat dari-Mu; tak terhitung. 

Seperti buih di lautan

Seperti bintang di langit malam

Seperti pasir di pantai

Setiap sel-sel dalam tubuhku berteriak dosa. 
Saya akui tak pantas ke surga-Mu. Banyak yang lebih mulia dan shaleh dan ahli ibadah dibandingkan saya

yang setiap hari terus bergelimang dosa. 

tapi Tuhan, sungguh rasanya saya tak sanggup menuju ke neraka. 
RI

Beberapa Kata Sebelum Tidur

Tak ada kata yang lebih mudah dan indah kuucapkan selain rindu. 

Kau bahkan lebih dekat dari pelupuk mataku. 

Mencintaimu, mencintaimu. 

seperti rasa kantuk dan mata tertutup. 

Temui aku sayang walau sebentar 

Jangan kau bilang tak mau

Dimana tempat yang paling baik untuk bertemu di kala malam telah datang dan gelap meradang?

Aku bahkan tak bisa mengatur mimpiku jadi jangan disana.

Di lenganku saja kepalamu kau sandarkan

Di bibirku saja ujung kepalamu kau rebahkan

Mari istirahat sayang

Berdua kita jelang apapun yang akan datang

RI 

Nonton The Lord of the Rings Lagi

Beberapa minggu belakangan, saya ngidam nonton film lama. Mulai dari Sleepless in Seattle, Just Like Heaven, Freedom Writers, Harry Potter, ratusan kali Notting Hill dan akhirnya The Lord of the Rings.

Sejak nonton pertama kali di tahun rilisnya, which is 15 years ago, saya belum pernah sekalipun nonton ulang film trilogi itu. Dan akhirnya sekarang sudah di bagian ketiga: The Return of the King. 

Rasanya berbeda. Nonton film ini saat saya masih SMP dan nonton di umur sekarang. Hahaha. Agak silly menurutku, karena sekarang saya lebih paham jalan ceritanya. Lebih berdecak kagum. Dan lebih penasaran bagaimana Master Tolkien bisa menulis cerita sehebat ini. 

Dulu saingan LotR ini cuma satu: Harry Potter. Sekarang, film ini sudah bisa tersaingi sama Game of Thrones. Namun GoT punya cerita yang lebih nyentrik, drama yang lebih rumit dan karakter yang lebih beragam. 

Jadi coba saja. Tonton lagi film jadul kesukaanmu sekarang. Dan rasakan bedanya. Rasakan. Dan mungkin kalian akan sadar betapa cepatnya waktu berlalu, tahu-tahu 15 tahun sudah lewat. Tahu-tahu kalian sudah tua. 

RI

Moodnya Bagus

postingan ini akan menggunakan aksen Makassar. 

Bagus sede moodnya K- my boyfie- belakangan ini. Rajinki menelpon lepas makan malam. Trus belum pernahpi absen kasi bangunka sahur. Well, semalam nda dihitung karena dia saja sahur di ruang operasi. Tapi ini baru ji juga iyya hari keberapa ramadhan dan dia juga baruji mulai masuk stase anastesi jadi mungkin belum terlalu sibuk. Nanti diliat besok-besok.

Tapi suka ka kalo dia begini. Jadi ingatka jaman-jamannya dia pedekate. Hahahaha. Indahnya dunia kalau cowok treat ceweknya sama pas pedekate dan pas sudah bareng. 

Buat cewek-cewek, janganki manja. Cowok biasanya nda suka kalo dia ditanya, “kenapa ndak berkabar?” “Kenapa nda dibalas smsku?” “Kenapaki nda menelpon?” 

sabar saja. nanti kalo dia punya waktu, dia hubungi jki itu. trus dia jelaskanmi kenapa baru berkabar. biasanya masuk akalji. misalnya sibukki selamatkan pasien di ruang operasi. atau ketiduranki pulang jaga malam nda tidur 20 jam. 

Deh masa masih bisaki marah kalo dia bilang begitu? jadi ya begitulah resikonya, sabar saja. tapi kalau kelewatanmi, bisa jaki juga ngomel-ngomel sedikit. setidaknya toh, dia tau apa yang kita nda suka. tapi janmi menuntut dan berharap terlalu banyak. 

saya sayangki, K. 
RI

Regret

Later in some point of life, when you are old and dying because of some disease eat you from inside, you will remember things and feel either proud or regret. 

You will regret things you didn’t do. 

and somehow, sometimes, that is the best motivation. 

so do it now. whatever it is. 

or regret later. 

RI