Get Up

Sakitku sudah berangsur-angsur membaik hari ini. Entah apa yang membuatku bangkit dan kembali  bersemangat. 

Hari ini banyak sekali kabar bahagia dari kawan-kawan dan saudaraku.

Isti’s tolobalango. 

Amel’s sweet 17 birthday will be held in PH Pettarani

….

And at the end of the day, Akbar called. He said sorry for being such a jerk lately. He promised to come in Amel’s day this Friday. I said thank you for making time. 

He said, “what I did can’t compare to what you did to me, Ri. You are just the kindest”.

It blew me away. 

I love you, thank you very much. 

RI

Advertisements

Mati

Every living creature will eventually die.

Saat sakit begini, saya sering mengingat mati. Rasanya kematian sudah dekat untukku. 

Tapi Tuhan, saya belum menikah. Agamaku belum sempurna tanpa itu. Saya juga belum membahagiakan kedua orang tuaku. Mama sering bilang kalau saya adalah anaknya yang paling berdosa karena suka melawan. 

Kedua hal itu yang selalu kupikirkan setiap kali mengingat kematian. 

Saya mau hidup sederhana. Saya tidak suka bekerja di kantor. Saya mau jadi istri dan seorang ibu yang produktif. Saya mau punya suami yang sayang padaku, membawaku berlibur setiap bulan dan membuatku bahagia disampingnya. Saya mau anak-anak yang lucu. Bersama, kami akan bercanda, tertawa, makan dan bermain dengan gembira. 

Hidup seperti itu rasanya indah, Tuhan. Bisakah kau memberikanku hidup seperti itu sebelum aku mati? 

RI