Mati

Every living creature will eventually die.

Saat sakit begini, saya sering mengingat mati. Rasanya kematian sudah dekat untukku. 

Tapi Tuhan, saya belum menikah. Agamaku belum sempurna tanpa itu. Saya juga belum membahagiakan kedua orang tuaku. Mama sering bilang kalau saya adalah anaknya yang paling berdosa karena suka melawan. 

Kedua hal itu yang selalu kupikirkan setiap kali mengingat kematian. 

Saya mau hidup sederhana. Saya tidak suka bekerja di kantor. Saya mau jadi istri dan seorang ibu yang produktif. Saya mau punya suami yang sayang padaku, membawaku berlibur setiap bulan dan membuatku bahagia disampingnya. Saya mau anak-anak yang lucu. Bersama, kami akan bercanda, tertawa, makan dan bermain dengan gembira. 

Hidup seperti itu rasanya indah, Tuhan. Bisakah kau memberikanku hidup seperti itu sebelum aku mati? 

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s