Akbar

Do we have a chance to be together like we always dream of?

Bulan ini Insya Allah jadi bulan terakhirnya co-ass. Dia hanya tinggal ujian Cardio dan IKM and it’s over. 
Hari-hari apa yang akan kami hadapi berikutnya? 

Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Kami bertemu, saya bekerja, dia belajar.  Jika ada waktu kami keluar berkencan, nonton, makan malam. Kami bertengkar, bertelepon, menangis, marah, teriak-teriak lalu baikan lagi. Kami saling bersabar, ngambek, baikan lagi, ratusan kali bilang maaf, ratusan kali bilang terima kasih, ratusan kali bilang “aku sayang padamu”. 
Tadi kutelepon whatsapp dan dia bilang sedang mau menghadap ujian. Saya mau protes karena dia tidak berkabar seharian, tapi pas tau dia belum makan, protes saya raib. Bagaimana mungkin saya bisa marah dia tak mengirim pesan jika dia tak punya waktu hanya untuk makan?
Saya mungkin perempuan yang rasional. Saya selalu memakai pikiran dibandingkan perasaan saat berada dalam suatu hubungan sehingga saya selalu lebih menjadi pihak yang lebih pengertian. 

Mama lah yang mengajariku menjadi seperti itu. 

Saya: “Let me know kalau sudah pulang. Good luck sayang”.

RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s