Perubahan

Masa-masa awal pacaran dengan Akbar, dia boros sekali. He used to spend money without any second-thought. He was never in a “no money” situation. We used to meet and date every weekend. Hal itu terjadi hingga saya akhirnya menegur, “seandainya jumlah uang yang kita keluarkan tiap minggu buat jalan berdua ini ditabung selama setahun, kita bisa beli rumah. Seriously, you need to learn to save your money. Jangan terlalu boros”.

Dan akhirnya dia mulai menabung. 

Dia mulai menabung, mengumpulkan uangnya di botolan plastik. Setelah cukup banyak, dia membuka rekening bank sendiri. Setelah cukup banyak, dia mulai membeli barang-barang yang dia inginkan dengan tabungannya. Dia pake tabungannya buat jalan dan makan pas kita keluar bareng. 

Orang rumahnya terkejut karena dia berubah seperti itu. Mereka tak menyangka, Akbar bisa beli iPhone sendiri tanpa minta dibantu. Mereka tak tahu, bahkan sampai sekarang, kalau dia punya rekening pribadi, diluar rekening yang diberi keluarganya. 

Iya, dia memang belum bisa menyimpan uang hasil kerjanya sendiri. Tapi ini menjadi hal yang baik bukan? Dia lebih menghargai uang, dan susahnya bersabar. Memang sih, kita jadi jarang sekali keluar bareng, mungkin sebulan dua bulan sekali. Tapi it’s okay for me.

Dan dia selalu ingat, seperti malam ini, saat dia memberitahuku, betapa dulu dia boros. Lalu saya menegurnya dan menyuruhnya menabung. 

Saya senang bisa membawa dampak yang baik pada hidupnya. Saya bahagia bisa menjadi pendorong dan penyemangatnya untuk menjadi dirinya yang lebih baik. 

Semoga selamanya. 
RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s