Syria

Soekarno waktu itu ditanya oleh staf-staf nya kenapa tidak melawan (Soeharto) saat dia diusir begitu saja dari istana negara. Soekarno menjawab kalau dia melawan, perang saudara/ sipil bisa pecah. Jadi biarlah dia saja yang berkorban. 

Saya membayangkan bagaimana jika saat itu Soekarno melawan. Seberapa parahkah perang saudara yang akan terjadi, apakah separah perang di Suriah yang sudah berjalan selama 7 tahun? Apakah itu akan setimpal jika dibandingkan dengan bagaimana Soeharto memerintah Indonesia selama 32 tahun? atau apakah perang akan lebih baik? 

Perang akan selalu memakan korban. Keputusan yang diambil oleh pemimpin negara menentukan nasib rakyat yang berlindung atasnya. Seperti Bashar Al Assad yang tak mau lengser dari pemerintahan dan terus melawan pemberontak di negaranya. Alasan yang sama mungkin mengapa 80% rakyat Suriah memilihnya pada pemilu terakhir tahun 2014. 

Saya membayangkan akan bagaimana Indonesia jika di masa lampau Soekarno tetap bertahan dan melawan ketidakadilan yang terjadi pada dirinya. Akankah dia disalahkan? seperti sekarang dunia menyalahkan Bashar al Assad?

Tapi rasanya pilu sekali melihat anak-anak dan warga sipil jadi korban. 

Ri

Advertisements