Makassar – Jakarta- Weda

Tiga kota yang penting dalam hubunganku dengan Akbar.

Malam setelah dia dinyatakan lulus UKMPPD, Akbar menelpon dan mengajak buka bareng terakhir Ramadhan sebelum dia berangkat ke Weda besoknya, which is tonight. Dia akhirnya bisa berkumpul dengan keluarganya di momen Idul Fitri besok, setelah 2 tahun berturut-turut tak pulang karena masih fokus koas.

Sedangkan saya masih di Makassar. Menunggunya kembali.

Dia hanya akan transit di Makassar, mengurus beberapa keperluan untuk wisuda sebelum ke Jakarta lagi bekerja.
Weda-Makassar-Jakarta.

Saya ingat kami bertelepon dan membicarakan masa depan. Saya bertanya apakah dia merasa saya adalah beban? Dia menjawab, tidak justru kamu yang meringankan bebanku. 

Di atas motor tadi dia juga bertanya, bagaimana bisa saya bertahan bersamanya, menemaninya di masa-masa koas hingga selesai. Saya mencubitnya dan berkata bagaimana bisa dia bertanya seperti itu. 
“Karena Ri, jarang ada perempuan yang mau temani laki-laki pas lagi susah”, 

Kata-kata yang keluar dari kepalanya selalu membuatku tercengang dan terharu. 
Semoga tak lama lagi, Tuhan

Ri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s