Perasaan

Siapa yang mengatur perasaan kita sesungguhnya? Apakah kita yang memiliki hati kita? Ataukah Tuhan yang mengendalikannya sebab Dia Maha Memiliki dan Maha Kaya sedangkan kita hanya seperti debu.

Memutuskan menikah adalah perkara yang paling besar yang kuambil selama 29 tahun umurku. Dan saat ini, laki-laki yang mengajakku untuk menghabiskan sisa hidup bersamanya adalah laki-laki yang paling tidak kuduga kedatangannya.

Kupikir takkan ada perasaan yang tumbuh untuknya. Kupikir akan canggung segala apa dengannya.

Tapi disinilah saya, menemukan diriku menulis ini sambil merasakan ada kupu-kupu dalam perutku setelah bertelpon dengannya sekian jam.

Saya tak punya rencana akan seperti ini. Saya hanya mengikuti arusnya. Jika memang jodoh, insya Allah dimudahkan.

Ri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s