Stiff Back

Dear my baby,

This morning I woke up feeling painful and stiff on my back. I couldn’t move an inch. I reached your father who was next to me and asked him to help me sat. He did it. I sat on the bed. After a while, I decided to get out of the bed and open windows and the door. It was raining outside, the fresh morning cold air got inside the house. I am now sitting in front of the door, watching the rain while writing this.

You are, I suppose, getting bigger inside me, aren’t you? That’s great, baby.

I did some research. I read from kidspot.com.au that one of the main cause of stiff back during pregnancy is baby’s weight. It causes my lower back to sway as my centre of gravity moves forward and making back muscles short, tight, and painful.

Your father is still sleeping. It’s 07.32 AM.

Pregnancy in the second trimester. It is almost 6months, 24 weeks. I expect 3 months are closer than I thought, since time flies so fast. I don’t know why.

May Allah SWT protect you from any harm, love. I can’t wait to see you. You are the miracle that Allah SWT allow growing inside me and I’m so thankful for it. Alhamdulillah.

Ri

21 Weeks

Sebelum mengandungmu, Nak, Mama berniat menulis aktif di blog tentang kehamilan Mama dimulai dari dua garis merah di testpack. Tapi menulis di blog adalah sebuah pengumuman dan kehamilan di awal minggu baiknya disembunyikan dahulu dari khalayak media.

Sampai trimester pertama, Mama hanya menulis di jurnal tentang pertama kali berkunjung ke puskesmas poli ibu hamil, pertama kali mengunjungi dokter obgyn di RS Brawijaya Duren Tiga, pertama kali mendengar detak jantungmu, pertama kali melihat dirimu di USG. Semuanya ingin Mama alami tanpa mengumumkannya pada orang banyak. Cukuplah Mama dan Papa dan keluarga juga teman dekat tempat kami berbagi kebahagiaan.

Namun ini sudah minggu ke-21 dan blog ini kosong tanpa cerita kehamilan Mama tentangmu. Malam ini sambil menunggu Papa mu pulang dari kantor dan membawa donat pesanan Mama, badan Mama terasa semakin berat. Bangkit dari posisi berbaring rasanya semakin tidak mudah. Perut Mama makin besar dengan kau, sayangku, berukuran sekitar 300gram- menurut aplikasi Teman Bumil, kau sebesar wortel sekarang.

Kamu sudah aktif bergerak dan menendang di dalam perut. Kadang membuat perut mama geli. Setiap kali mama memberitahu gerakanmu ke papa, dia selalu bilang, “saya juga mau rasakan”, tapi saya selalu menjawab, “belum bisa”. Itulah privilege menjadi seorang wanita, Nak. Hanya wanita yang bisa hamil dan mengandung anak.

Sekarang, Mama sedang membaca Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Di Bab 9, ada pembahasan tentang menjadi orangtua. Tulisannya bagus, berlandaskan teori filsuf yang gampang dipahami, contohnya juga relevan. Mama mau banyak membaca buku saat kamu masih disana, Nak. Mudah-mudahan kamu juga gemar membaca nantinya seperti Mama.

Well, it’s 10.04 pm now. It’s time to hit the bed. Sehat-sehat jantung hatiku.

Riana