Karya


Sebagai guru, pengajar dan pendidik, hasil karyaku yang paling konkrit adalah setiap pengetahuan yang ada di kepala murid-muridku.

Saya mungkin belum menulis buku apapun, belum memproduksi film satupun, tapi setiap kali muridku mampu menulis kalimat dengan grammar yang tepat, disitulah karya dan usahaku terlihat. Setiap kali murid-muridku memahami kronologis sejarah Perang Dunia II, disitulah karyaku sesungguhnya dapat dilihat.

Karyaku bukan terdapat dalam benda mati, tapi ada dalam benda hidup. Living gallery. Karya yang hidup. Manusia.

Ri

Advertisements

English At Work

It feels good to be useful. Rasanya senang bisa bermanfaat, bisa dipercaya untuk membantu, bekerja karena kita punya skill dan kemampuan di bidang itu. Diana Rikasari pernah menulis di bukunya 88 Love and Life (lupa edisi keberapa karena memang isi bukunya quote semua), “Don’t use “passion” as an excuse to miss out on other things life has to offer. Don’t just live in your own passion-bubble and not touch other worlds. Be out there and stay current”. Dulu saya selalu percaya bahwa menulis adalah passion ku dan saya takkan bisa melakukan hal lain. Saya hidup dalam passion-bubble buatanku sendiri tanpa percaya bahwa saya ternyata bisa dilatih untuk menguasai skill lainnya, which is: teaching.

Saya mengajar tanpa harus meninggalkan passionku. Saya bisa bekerja di sekolah tanpa meninggalkan hal yang saya sukai sejak saya kecil: membaca dan menulis. Saya membuka Litmosphere dan bisa tetap menulis di blog. Bukankah itu hal yang sangat menyenangkan?

Kamis ini adalah pekan ke-4 saya dan Miss Etty mengajar para karyawan di PT PP Pelabuhan. Kantornya itu di Paotere, Makassar. Yap, tempat kapal-kapal bersandar, di dekat Jalan Sabutung. Kami dipercaya oleh Sun Education untuk mengajar English At Work untuk karyawan yang sedang menjalankan proyek pembangunan New Port Makassar. Proyek ini berjalan dengan kerjasama perusahaan dari Belgia, so they need english to communicate at work. Kelasnya itu diadakan setiap Kamis pukul 7.30 pagi sampai 09.00.

Rasanya menyenangkan sebab saya bisa bertemu dengan orang-orang baru, travel to another place selain sekolah (diantar jemput sopir dari dan kembali ke sekolah). Pekerjaan ini sebenarnya lebih menantang karena saya harus belajar banyak sekali tentang istilah teknik yang asing di telinga. Istilah semacam causeway, turning basin, dumping/disposal area, silt curtain, break water, vessel, dredging, etc.

English At Work ini semacam program dari Sun Education Makassar. Kita travel ke beberapa tempat/ kantor yang memang butuh diajari english untuk digunakan dalam pekerjaan. Mostly tentang grammar. Tapi bukan cuma itu. Jadinya kita malah lebih how to use english to speak. Tapi sebenarnya sesuai kebutuhan yang bersangkutan sih maunya fokus kemana.

Ada 16 kali pertemuan dan kurikulumnya sendiri dirancang sedemikian rupa sesuai kebutuhan. Menurutku, sebagai teacher, program ini mustinya bisa laku karena apa sih yang tidak membutuhkan bahasa inggris hari ini?

Ri

ATS The Label and CottonInk

Postingan kali ini agak berbeda. Sekarang, sesuai judulnya, saya mau bahas dua label clothing line yang recently jadi favoritku banget.

Kalau kalian kenal saya dan kita ketemu hampir tiap hari, pasti tau kalo saya sukaa sekali berpakaian yang rapi. Gaya fashionku di jaman kuliah dan sekarang jelas berbeda. Pas mahasiswa kan belum ada penghasilan sendiri, jadi beli pakaian bisa dihitung jari tiap tahunnya. Sekarang, alhamdulillah, diusahakan tiap bulan ada pakaian baru buat ke kantor. Atau mungkin juga pengaruh Instagram. Jadi saya suka juga pakaian, capture, upload trus tag beberapa label clothing.

Nah, baru-baru ini saya punya dua clothing line andalan yang pas coba browsing koleksinya, saya langsung jatuh cinta. Pertama, CottonInk dan kedua, ATS The Label.

Gambar pertama di atas itu koleksi baju ATS The Label. Dibawahnya adalah dari CottonInk.

Saya kurang begitu tau istilah fashion untuk menilai koleksi baju dari clothing line tertentu. Saya cuma tau apa yang saya rasakan saat melihat baju-baju mereka.

Mencari pakaian selalu lebih mudah dibanding mencari sepatu. Tapi bukan berarti gampang juga. Ada pakaian yang pas kita liat di gantungan toko baguuuus banget. Pas kita coba ternyata gak cocok. Apalagi kalo badan kita adalah badan spesial, yang ukurannya kalo bukan XS, XXL.

Tapi ya, saat saya menemukan ATS, saya langsung gak berenti "wiih wiiih keren" berkali-kali. "Ini baguuus, waaah ini lebih baguus, waah ini lucu, aneh, cuttingnya unusual. Warnanyaaaa ya ampuun,"

Begitulah ujaran-ujaran yang otomatis terlontar.

Begitu ketemu, saya purchased salah satu sale item nya. Saya gak perlu nunggu lama, paketnya sudah sampe di rumah dan saya juga surprised sama packagingnya yang menurutku rapi dan profesional. Fabric nya tidak mengecewakan. Pas saya coba pake, it fits perfectly.

Koleksi ATS The Label ini cocok buat wanita yang senang tampil fashionable dengan classic, elegant dan bold. Koleksi yang kuidam-idamkan sekarang adalah koleksinya dengan Laura Basuki.

ATS The Label offline store nya cuma ada di Jakarta. Di PIM, GI Seibu dan satunya di PIK. Bisa dibrowsing pasti ketemu.

Nah, sekarang CottonInk.
Clothing line satu ini cukup famous karena suka pake Raisa jadi partnernya. Berbeda dengan ATS yang fabricnya polyster, kalo CottonInk ini fabric nya cotton yang enak banget jatuh dan dipakenya.

Perbandingan harganya juga gak jauh beda. Koleksi-koleksi pakaian dan aksesoris nya lebih beragam. Pertama kali saya main ke webstorenya, saya hanya ingin membeli semuanya (I wish I could).

CottonInk lebih ke anak muda yang ceria, colorful dan playful. Cutting nya berani, main warnanya asik dan gak monoton. Saya seringkali surprised dan mikir kok bisa ya kepikiran bikin baju model begini?

Purchased pertamaku juga udah lama dan sekarang saya sedang mengidam-idamkan dress mustard nya.

Offline storenya cuma ada di Jakarta, daerah Kemang. Trus ada juga di Senayan kalo gak salah, bisa dicek online buat lebih detail.

Thankyou for reading! What's your favorite line?

Ri

Malaria

Di tahun ajaran ini, saya mengajar Science buat anak kelas 2 SD. Tadi, di pertemuan ke-11, topiknya Useful and Harmful Animals.

Di ruang kelas ada 26 siswa. Salah satu tantangan mengajar anak-anak adalah bagaimana menjaga agar fokus mereka tetap pada kita. Bukan pada hal-hal lain.

Jadi saya kadang membuat suara saya timbul tenggelam biar lebih dramatis, seperti saat saya bercerita tentang nyamuk betina yang menghisap darah.

Di perencanaan pengajaran, saya sudah merancang bahwa nanti saya akan jelaskan bahwa nyamuk itu bisa bawa penyakit. Penyakitnya seperti demam berdarah dan malaria. Kupikir mereka pasti bakalan tau dan ngerti betapa berbahayanya nyamuk saat telah mendengar saya menyebut dua penyakit itu.

Tiba saat saya menjelaskannya, "when female mosquitos bites us, she sucks our blood. When she sucks the blood of the person who has malaria, then the diseases will be transferred to our body…"

Kelas hening.

Mereka pasti telah paham.

Namun betapa terkejutnya saya saat Kimberly lalu bertanya, "what is malaria?"

Jadi kata "malaria" pun tak punya efek apapun pada mereka. Mereka belum pernah mendengarnya. 😭😭😭😭

Jadi akhirnya kujelaskan bahwa malaria adalah penyakit berbahaya yang kalau tidak dibawa ke dokter kita bisa mati. Bagaimana sebaiknya saya menjelaskannya, gejala malarianya saja saya tidak tau banyak. -.-

#TeacherLife

Ri

Libur Tlah Usai

Libur sebulan penuh akhirnya usai. Ini weekend terakhir sebelum senin besok mulai lagi ke sekolah, menjadi guru subject tiga mata pelajaran, mengajar puluhan siswa SD dan SMP. 

Minggu pertama libur saya menantikan Idul Fitri. Ramadhan masih ada beberapa hari. Minggu kedua, saya menghabiskan hari-hari bersama teman kampus dulu. Kami mengadakan reuni 10 tahun. Minggu yang berat, sebab di hari ke-2 Idul Fitri teman kami, Wulan, kembali ke Rahmatullah. Saya dan teman-teman bolak-balik Barru-Makassar untuk melayat dan mengunjungi orangtua Wulan. 
Minggu ketiga dan keempat, sudah masuk bulan Juli. Saya hanya di rumah. Leyeh-leyeh tanpa pressure apapun, goal apapun. Hanya di rumah, menjaga dan bermain dengan ponakan-ponakanku yang lucu. Menonton drama mulai dari Stranger Things, Big Little Lies dan 13 Reasons Why. 

Saya menanti Oktober, sebab di bulan itu saya akan punya libur lagi seminggu- kelar mid semester. Saya berencana main ke Jakarta, Bogor dan Bandung. So, ayo kerja dulu buat saving travel costnya. Katanya di September ada Garuda Travel Fair. 

Have a nice weekend everyone!

Ri

Blend In

It’s been 6 months I’ve been working in school and I still feel don’t belong to it. I got these complicated coworkers and sometimes I feel get left behind. I feel unwanted. 

Today I didn’t go to school. I informed them about it and they didn’t respond even only with “okay”. 

This is the first time and the first place I feel difficult to blend myself in. Everybody has already got everyone and they don’t want to take anyone new to join in. 

They never feel like to inform me about anything. I have to ask, I have to know by myself, I have to find out by my own. Nobody wants to try to getting closer to me, nobody wants to joke or something. Everything is so formal and strict. They only joke around with their friends and I don’t understand which part the funny sides.

It’s been 6 months and I don’t have a friend. 

I wish everything will be different in a year. 

Ri

Syria

Soekarno waktu itu ditanya oleh staf-staf nya kenapa tidak melawan (Soeharto) saat dia diusir begitu saja dari istana negara. Soekarno menjawab kalau dia melawan, perang saudara/ sipil bisa pecah. Jadi biarlah dia saja yang berkorban. 

Saya membayangkan bagaimana jika saat itu Soekarno melawan. Seberapa parahkah perang saudara yang akan terjadi, apakah separah perang di Suriah yang sudah berjalan selama 7 tahun? Apakah itu akan setimpal jika dibandingkan dengan bagaimana Soeharto memerintah Indonesia selama 32 tahun? atau apakah perang akan lebih baik? 

Perang akan selalu memakan korban. Keputusan yang diambil oleh pemimpin negara menentukan nasib rakyat yang berlindung atasnya. Seperti Bashar Al Assad yang tak mau lengser dari pemerintahan dan terus melawan pemberontak di negaranya. Alasan yang sama mungkin mengapa 80% rakyat Suriah memilihnya pada pemilu terakhir tahun 2014. 

Saya membayangkan akan bagaimana Indonesia jika di masa lampau Soekarno tetap bertahan dan melawan ketidakadilan yang terjadi pada dirinya. Akankah dia disalahkan? seperti sekarang dunia menyalahkan Bashar al Assad?

Tapi rasanya pilu sekali melihat anak-anak dan warga sipil jadi korban. 

Ri