Supplements

Nak,

Ini suplemen yang harus kuminum di minggu ke-30 kehamilan. Ada asam folat, vitamin C, penambah darah dan kalsium. Bidan di puskesmas bilang, di kunjunganku berikutnya, saya harus tes darah dan urin lengkap lagi dan supaya hasilnya bagus, saya harus memperhatikan asupan gizi dan suplemen-suplemen ini masuk ke tubuhku.

Lutut kananku nyeri tiap kali saya harus berdiri. Frekuensi keinginan buang air kecil makin sering. Pantyliner akhirnya jadi penyelamat pakaian dalam karena saya pun sering keputihan. Suamiku terpaksa memijit kaki dan punggungku tiap malam agar saya bisa tertidur.

Kuceritakan ini padamu disini agar suatu saat saya pun bisa mengenang saat-saat mengandungmu. Karena ingatan begitu lemah tertimpa peristiwa-peristiwa lainnya.

Sebentar lagi, Nak. Semoga Allah SWT senantiasa melindungimu dan melindungiku.

Ri

Third Trimester

Nak,

di minggu ke-30 ini, saya mulai khawatir dan juga excited menghitung pekan-pekan kelahiranmu. Di satu sisi, saya gelisah apakah saya akan kuat melahirkan normal atau tidak. Disisi lain, saya juga begitu tak sabar ingin mendekapmu di kedua lenganku.

Hanya Allah SWT yang tahu segala-galanya, yakinlah itu, Nak. Hanya Dia lah yang Maha Tahu.

6pekan ditambah beberapa pekan lagi, Nak. Insya Allah, jika Tuhan berkehendak. Saya tahu kegelisahan ini harus kuredakan dengan banyak-banyak berdoa dan bermunajat pada Penguasa Langit dan Bumi.

Doa-doa selalu membuatku lebih kuat dan lebih berpasrah.

Senin besok kita berkunjung lagi ke puskesmas. Beratku baru bertambah 6 kilo dari awal hingga sekarang. Itu dibawah rata-rata. Mustinya minimal 8 kilo. Saya berharap kau sehat, terlindungi dari apapun. I pray to God for it.

Ya Tuhan, berikanlah saya kekuatan.

Ri

Cepat Pulang

Setiap malam setiap kali saya sendirian menunggumu, saya berharap satu kali kamu bisa menghentikan apapun yang kau kerjakan di kantor saat itu, mengecek jam dan segera berlari pulang ke rumah.

Bukannya saya melarangmu bekerja, hanya saja, rasanya lebih nyaman menikmati kehamilan yang semakin tua ini bersama seseorang yang sedekat denyut jantung.

Tapi kau tidak suka setiap kali kau sampai di rumah lantas kutanyakan, “kenapa lama sekali pulangnya?”

Ri

Tidak Semua

Kepada diri sendiri kukatakan, tidak semua perempuan bisa bahagia sepertimu, tertawa sepertimu, bersyukur sepertimu, punya suami yang baik sepertimu.

Tidak semua orang masih punya orangtua lengkap seperti dirimu, punya pekerjaan yang baik dan kau sukai sepertimu, makan apapun yang kau inginkan sepertimu, mendapat kesempatan mengakses bacaannyang bermutu sepertimu.

Tidak semua orang bisa rebahan di kasur sambil memikirkan hal ini sepertimu, merasa beruntung dan bersyukur berkali-kali lipat padahal saldo di rekeningnya hanya sisa puluhan ribu.

Tidak semua, jadi kau wajib bersyukur, wajib bersyukur dengan berbagi kebahagiaan yang kau rasakan.

Ri

Thankful Note

What an amazing year I had in 2019.

Dua Januari 2020. Memasuki awal tahun baru, saya ingin menulis betapa banyak sekali hal yang saya syukuri sepanjang tahun belakangan hingga hari ini.

Jakarta digempur genangan air setelah pada malam pergantian tahun hujan turun dengan derasnya dari sore hingga pagi esoknya tanpa jeda. Sungai dan kali meluap. Genangan air itu lalu makin tinggi dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Syukur alhamdulillah kontrakan kami di Mampang aman. Ada banyak faktor penyebab yang mungkin menjadi alasan kenapa rumah kontrakan kami tidak kebanjiran. Pertama, saluran air atau selokan di sekitar Mampang bersih dan lancar. Kedua, landlord kami punya area resapan hujan yang cukup luas sehingga alih-alih tergenang, air hujan yang turun meresap kembali ke tanah.

Apapun itu, kami bersyukur sekali. Bukan apa-apa, informasi yang kami dapat dari grup whatsapp, banyak sekali teman-teman dekat kami yang rumahnya kebanjiran hingga membuat barang-barang mereka tergenang air. Bagaimana mereka bertahan dari kehilangan dan kemalangan itulah yang membuat kami semakin sadar diri.

Memasuki bulan keenam kehamilan, perut bawahku semakin berat dan tekanannya semakin terasa. Apa kabar kamu Nak, di dalam perut Mama? Sehat-sehat kah? Semoga Allah SWT terus melindungimu.

Saya bersyukur bisa melewati tahun pertama pernikahan dengan baik pula. Saya dan Lam memang seringkali punya selisih paham. Namun setiap kali terjadi, kami tau-tau berbaikan lagi, berpelukan lagi lalu kembali menertawakan diri masing-masing. Berada bersama Lam membuatku merasa nyaman, hangat dan terlindungi, kecuali saat-saat dia hanya memikirkan diri sendiri.

Februari besok saya akan menjadi mahasiswa program guru sekolah dasar selama tiga semester. Mudah-mudahan saya bisa belajar lebih banyak perihal menjadi guru SD.
Terimakasih Tuhan. Jadikanlah kami menjadi orang-orang yang selalu bersyukur dan beristigfar. Tetapkanlah hati kami terus pada-Mu.
Ri

Stiff Back

Dear my baby,

This morning I woke up feeling painful and stiff on my back. I couldn’t move an inch. I reached your father who was next to me and asked him to help me sat. He did it. I sat on the bed. After a while, I decided to get out of the bed and open windows and the door. It was raining outside, the fresh morning cold air got inside the house. I am now sitting in front of the door, watching the rain while writing this.

You are, I suppose, getting bigger inside me, aren’t you? That’s great, baby.

I did some research. I read from kidspot.com.au that one of the main cause of stiff back during pregnancy is baby’s weight. It causes my lower back to sway as my centre of gravity moves forward and making back muscles short, tight, and painful.

Your father is still sleeping. It’s 07.32 AM.

Pregnancy in the second trimester. It is almost 6months, 24 weeks. I expect 3 months are closer than I thought, since time flies so fast. I don’t know why.

May Allah SWT protect you from any harm, love. I can’t wait to see you. You are the miracle that Allah SWT allow growing inside me and I’m so thankful for it. Alhamdulillah.

Ri

21 Weeks

Sebelum mengandungmu, Nak, Mama berniat menulis aktif di blog tentang kehamilan Mama dimulai dari dua garis merah di testpack. Tapi menulis di blog adalah sebuah pengumuman dan kehamilan di awal minggu baiknya disembunyikan dahulu dari khalayak media.

Sampai trimester pertama, Mama hanya menulis di jurnal tentang pertama kali berkunjung ke puskesmas poli ibu hamil, pertama kali mengunjungi dokter obgyn di RS Brawijaya Duren Tiga, pertama kali mendengar detak jantungmu, pertama kali melihat dirimu di USG. Semuanya ingin Mama alami tanpa mengumumkannya pada orang banyak. Cukuplah Mama dan Papa dan keluarga juga teman dekat tempat kami berbagi kebahagiaan.

Namun ini sudah minggu ke-21 dan blog ini kosong tanpa cerita kehamilan Mama tentangmu. Malam ini sambil menunggu Papa mu pulang dari kantor dan membawa donat pesanan Mama, badan Mama terasa semakin berat. Bangkit dari posisi berbaring rasanya semakin tidak mudah. Perut Mama makin besar dengan kau, sayangku, berukuran sekitar 300gram- menurut aplikasi Teman Bumil, kau sebesar wortel sekarang.

Kamu sudah aktif bergerak dan menendang di dalam perut. Kadang membuat perut mama geli. Setiap kali mama memberitahu gerakanmu ke papa, dia selalu bilang, “saya juga mau rasakan”, tapi saya selalu menjawab, “belum bisa”. Itulah privilege menjadi seorang wanita, Nak. Hanya wanita yang bisa hamil dan mengandung anak.

Sekarang, Mama sedang membaca Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Di Bab 9, ada pembahasan tentang menjadi orangtua. Tulisannya bagus, berlandaskan teori filsuf yang gampang dipahami, contohnya juga relevan. Mama mau banyak membaca buku saat kamu masih disana, Nak. Mudah-mudahan kamu juga gemar membaca nantinya seperti Mama.

Well, it’s 10.04 pm now. It’s time to hit the bed. Sehat-sehat jantung hatiku.

Riana