Third Trimester

Nak,

di minggu ke-30 ini, saya mulai khawatir dan juga excited menghitung pekan-pekan kelahiranmu. Di satu sisi, saya gelisah apakah saya akan kuat melahirkan normal atau tidak. Disisi lain, saya juga begitu tak sabar ingin mendekapmu di kedua lenganku.

Hanya Allah SWT yang tahu segala-galanya, yakinlah itu, Nak. Hanya Dia lah yang Maha Tahu.

6pekan ditambah beberapa pekan lagi, Nak. Insya Allah, jika Tuhan berkehendak. Saya tahu kegelisahan ini harus kuredakan dengan banyak-banyak berdoa dan bermunajat pada Penguasa Langit dan Bumi.

Doa-doa selalu membuatku lebih kuat dan lebih berpasrah.

Senin besok kita berkunjung lagi ke puskesmas. Beratku baru bertambah 6 kilo dari awal hingga sekarang. Itu dibawah rata-rata. Mustinya minimal 8 kilo. Saya berharap kau sehat, terlindungi dari apapun. I pray to God for it.

Ya Tuhan, berikanlah saya kekuatan.

Ri

Tidak Semua

Kepada diri sendiri kukatakan, tidak semua perempuan bisa bahagia sepertimu, tertawa sepertimu, bersyukur sepertimu, punya suami yang baik sepertimu.

Tidak semua orang masih punya orangtua lengkap seperti dirimu, punya pekerjaan yang baik dan kau sukai sepertimu, makan apapun yang kau inginkan sepertimu, mendapat kesempatan mengakses bacaannyang bermutu sepertimu.

Tidak semua orang bisa rebahan di kasur sambil memikirkan hal ini sepertimu, merasa beruntung dan bersyukur berkali-kali lipat padahal saldo di rekeningnya hanya sisa puluhan ribu.

Tidak semua, jadi kau wajib bersyukur, wajib bersyukur dengan berbagi kebahagiaan yang kau rasakan.

Ri

Thankful Note

What an amazing year I had in 2019.

Dua Januari 2020. Memasuki awal tahun baru, saya ingin menulis betapa banyak sekali hal yang saya syukuri sepanjang tahun belakangan hingga hari ini.

Jakarta digempur genangan air setelah pada malam pergantian tahun hujan turun dengan derasnya dari sore hingga pagi esoknya tanpa jeda. Sungai dan kali meluap. Genangan air itu lalu makin tinggi dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Syukur alhamdulillah kontrakan kami di Mampang aman. Ada banyak faktor penyebab yang mungkin menjadi alasan kenapa rumah kontrakan kami tidak kebanjiran. Pertama, saluran air atau selokan di sekitar Mampang bersih dan lancar. Kedua, landlord kami punya area resapan hujan yang cukup luas sehingga alih-alih tergenang, air hujan yang turun meresap kembali ke tanah.

Apapun itu, kami bersyukur sekali. Bukan apa-apa, informasi yang kami dapat dari grup whatsapp, banyak sekali teman-teman dekat kami yang rumahnya kebanjiran hingga membuat barang-barang mereka tergenang air. Bagaimana mereka bertahan dari kehilangan dan kemalangan itulah yang membuat kami semakin sadar diri.

Memasuki bulan keenam kehamilan, perut bawahku semakin berat dan tekanannya semakin terasa. Apa kabar kamu Nak, di dalam perut Mama? Sehat-sehat kah? Semoga Allah SWT terus melindungimu.

Saya bersyukur bisa melewati tahun pertama pernikahan dengan baik pula. Saya dan Lam memang seringkali punya selisih paham. Namun setiap kali terjadi, kami tau-tau berbaikan lagi, berpelukan lagi lalu kembali menertawakan diri masing-masing. Berada bersama Lam membuatku merasa nyaman, hangat dan terlindungi, kecuali saat-saat dia hanya memikirkan diri sendiri.

Februari besok saya akan menjadi mahasiswa program guru sekolah dasar selama tiga semester. Mudah-mudahan saya bisa belajar lebih banyak perihal menjadi guru SD.
Terimakasih Tuhan. Jadikanlah kami menjadi orang-orang yang selalu bersyukur dan beristigfar. Tetapkanlah hati kami terus pada-Mu.
Ri

New Routine

Okay, here it is, my new daily routine.

I started teaching at this school in Bambu Apus region in the beginning of July 2019. It’s one of an Islamic fancy schools in East Jakarta. Work starts at 8am. It takes about 40minutes by public transport from home commuting to school. However, since the school has shuttle buses that departs from Warbun (only 10minutes ride from my place), so I decided to take shuttle instead in a daily basis. I can save much!

Work ends at 3.30pm. I take shuttle to go back to the meeting point in Warbun and take TransJak or ojek online to reach home. I usually arrive at 4.30pm. I have early dinner and usually sleep after had my meals.

And the next day begins again.

Ri

Two Families

Ramadan and Idul Fitri holiday ended a week ago. My husband and I came back from our hometown to our home in Jakarta last Thursday. That was the first Idul Fitri I had as a wife and it still felt strange but in the other hand I was more content. Of course! Now I have two big families!

Telkomas (my family) and Antang (husband family) have some similarities but they were also different in some ways. For instance, the total number of each family is 15 and they both wanted to take family picture in the sake of “mumpung semua pada ngumpul” at the photo studio.

The family in Antang isn’t as religious as family in Telkomas. I can say this because when I had itikaf in Telkomas, all of us went to the mosque at 12am and stayed there praying until dawn. However, when I had itikaf with family in Antang, I only went with husband and my parents in law.

Family in Telkomas didn’t go to many relatives for Idul Fitri. We didn’t even visit Daddy family. But family in Antang went to many houses of relatives. The furthest was in Pangkep, 2 hours driving from the city. We visited aunts, uncles, cousins.

It’s not like I am saying one family is better than the other. I am only saying that I can feel the difference. And honestly, it was tiring going back and forth between two houses. We spent 3 days in Antang, 3 days in Telkomas, Ied prayer in Antang, and back again for 3 days in Telkomas and the last 4 days in Antang. Next time, we would only spend a week for each house.

This Idul Fitri, we also went to Pinrang (about 4 hours driving from city) to attend the funeral of Indah’s mother. Indah is our college friend. Her mom’s death was so sudden, she wasn’t ready. She was devastated I knew.

Today as I’m writing this, I started my Syawal fast. This is the 1st day. Syawal fast is 6days. I hope I can finish until next Wednesday.

RI

Teaching Again

Alhamdulillah

Akhirnya kesempatan untuk mengajar di sekolah datang lagi. Efektif per Juli tahun ajaran depan saya insya Allah akan mulai mengajar lagi. Sekolahnya dimana? Masih rahasia. Besok baru mau teken kontrak. Jika semua lancar, saya tentu saja akan menulis update nya disini, atau di blog bugururiana.

Lam, my husband, also get his new job starts on June! Where? It’s also still between us. I’m going to tell you when he starts working there. Hint: it’s a big TV company in Indonesia.

We are so grateful and thankful for the blessings Allah SWT rewarded us. They are too many we lost count. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Half a year now.

Ramadhan day 7. I’m counting now the day to visit my family in Makassar for Eid al Fitr. I have new family this year, my husband’s family. It would be a different Eid for me and for my husband,  too. We will spend the last week of Ramadhan in Makassar, insya Allah and a week after Eid. So we have 2 weeks to relax before going back to real struggle in Jakarta.

Pray for us, my friends. Thank you for always supporting us together.

RI

Suami

Hai. Halo.

Sudah empat bulan berlalu sejak saya pindah dan tinggal berdua bersama suami saya, mengontrak rumah petak di Jakarta Selatan. Saya senang menghitung-hitung hari, Entahlah, rasanya mengagumkan menyadari begitu cepatnya waktu berlalu berlari melewati kita.

Di Jakarta, saya tak punya kehidupan selain suami dan tempat kami tinggal sekarang. Teman-temanku yang bekerja disini terlalu sibuk dengan karir, kehidupan dan keluarga mereka juga sehingga hampir mustahil bisa mengajak salah satu diantaranya untuk menemani jalan atau nonton film. Keluargaku jauh dan video call hanya mengurangi sedikit jarak. Suami bekerja hampir dua belas jam setiap hari dan begitu dia pulang, dia masih juga bekerja untuk menambah penghasilan tambahan.

Saya bukan menulis ini untuk mengeluh. Saya menulis ini untuk mengingatkan diri saya mungkin enam bulan atau setahun kemudian, bahwa saya pernah kesepian seperti ini. Apakah di masa depan saya masih seperti ini atau tidak? Hanya Allah SWT yang tahu.

Saya mulai menulis review tentang film-film yang saya tonton di blog wordpress baru berjudul filmfootprints. Percayalah kawan, saya telah menonton banyak sekali film empat bulan belakangan dan saya merasa punya beban moril untuk menulisnya sebagai ulasan. Saya juga cukup senang menulis review film dan buku. Saya sudah menyelesaikan empat buku dan sekarang saya sedang membaca buku kelima.

Untuk menutup tulisan ini, saya ingin mengatakan bahwa Allah SWT telah memberi saya seorang suami yang sangat baik. Tuhan telah memberi saya seorang laki-laki yang bukan hanya berusaha menjadi suami yang baik, tapi juga seorang teman yang baik. Dia menghormati dan menyayangiku. Dia membuatku tertawa saat sedang sedih dan menangis. Dia memelukku saat saya sedang kesal dan marah. Dia menemaniku, mendengarkanku, dan juga beradu argumen denganku. Kami menertawakan hal yang sama tapi kadang tidak sepakat di banyak hal. Dia tahu kapan harus sekeras batu dan kapan harus mengalah demi kebaikan bersama. Dia punya kelemahan tentu saja, rumah tangga yang kami jalani ini membuat semua keburukan kita terkuak. Namun, commitment binds us. Love empowers us. Energi-energi dari hal-hal tersebut ditambah dengan berkah dan rahmat dari Allah SWT juga dukungan keluarga dan teman-teman, membuat kami terus menerus belajar untuk bertahan dan bersama sebagai suami istri.

RI