Nobody Said It Was Easy

Couple nights ago I wondered what did Ilham feel when we broke up. Was it hard for him? Did he find it difficult to forgive and forget me?

Because it was hard for me. I cried. I heard Taylor Swift's Fearless album and I sobbed more. I was devastated. I believe myself would not love anyone else anymore.

It had been happening for 2 years until I knew there was no feeling for him any longer.

I moved on. He's been with many women and I've been with no one.

And then I met Akbar. I didn't have any plan to fall. I just fell in love. It just happened. I didn't know why or when. Last thing I knew, I had been with him for more than 2 years before he announced separation.

And then again, my heart ripped. I was furious and morose. I hate him more than I hated Ilham.

So I wonder, what did he actually feel? Did he feel the same way as with me? Did he also find it difficult to break up, to forget me? How do men cope up with separation? Did his heart also break apart? Or was it just easy for him?

I want to know

Ri

Advertisements

Lies and Bullshit

Akbar told me lies and bullshit that I only realised recently after we broke up.

He seemed never told his parents about his planning of marrying me. He lied to me. He lied and I trusted him.

He must have lied also when he said that his parents wanted him to marry a doctor. He lied. He only couldn't find a good reason to break up with me. He wasn't gentle enough. He wasn't manly enough. He was gutless. He used his parents to break up with me. I didn't believe his parents were that mean. They're nice and good. Akbar was lying. Akbar was the bad man. And I was too blind to see it. Fortunately, I have ended our relationship.

I know the truth.

He didn't want me to interrupt his career in Jakarta. He thought I was too annoying. He couldn't keep his promises. He knows he is now a successful doctor and there are many beautiful girls who are dying for his love. So, he made up a reason to break up.

I have just found this type of man. I would never ever want to meet another like him again.

He is even worse. The worst man I've known. I hate lies. I hate bullshit. I hate unfaithful man.

It was such a relieve I've broken up with him.

Ri

Graduation Day


Di penghujung hari wisuda Akbar tadi sore, saat dia mengantarku pulang dengan sopir diatas mobil, saya berucap selamat padanya.

"Selamat sayang, sudah wisuda dokter", ujarku memberi tanganku terbuka padanya.

Dia memberiku high-five sambil berkata,
"mustinya yang dikasih selamat itu kamu",

"Kenapa?"

"karena kamu yang temani aku sampe begini, kamu yang berhasil",

kujawab padanya,
"padahal saya merasa gak ngapa-ngapain",

Ri

Mahasiswa

Akbar menghabiskan 9 tahun untuk menyelesaikan pendidikannya sebagai mahasiswa kedokteran. Anehnya, dia meraih gelar S.Ked nya dalam 3.5 tahun saja. 

Apa yang terjadi selama 3.5 tahun masa koasnya? Saya tidak tahu banyak, saat itu kami belum bertemu. Namun hal yang lebih aneh lagi adalah dia mampu menyelesaikan periode koas nya termasuk semua ujian-ujian kompre maupun UKMPPD 2 tahun setelah kami bersama. 

Begitu teman-temanku tau kalau saya menjalin hubungan dengan mahasiswa, mereka terkejut dan bertanya, “kenapa mau sama mahasiswa? kenapa tidak yang sudah berkarir saja atau yang sudah sukses?” 

Sekarang, pertanyaan itu sudah hilang. Akbar juga sudah bekerja. Saya hanya tidak percaya bisa bersama-sama dia melewati berbagai macam fase dalam hidupnya. 
“Tell them, Ri, that your man is a doctor, now”, Akbar berujar begitu saat saya bercerita soal pertanyaan dari temanku dulu. 

Ri

Makassar – Jakarta- Weda

Tiga kota yang penting dalam hubunganku dengan Akbar.

Malam setelah dia dinyatakan lulus UKMPPD, Akbar menelpon dan mengajak buka bareng terakhir Ramadhan sebelum dia berangkat ke Weda besoknya, which is tonight. Dia akhirnya bisa berkumpul dengan keluarganya di momen Idul Fitri besok, setelah 2 tahun berturut-turut tak pulang karena masih fokus koas.

Sedangkan saya masih di Makassar. Menunggunya kembali.

Dia hanya akan transit di Makassar, mengurus beberapa keperluan untuk wisuda sebelum ke Jakarta lagi bekerja.
Weda-Makassar-Jakarta.

Saya ingat kami bertelepon dan membicarakan masa depan. Saya bertanya apakah dia merasa saya adalah beban? Dia menjawab, tidak justru kamu yang meringankan bebanku. 

Di atas motor tadi dia juga bertanya, bagaimana bisa saya bertahan bersamanya, menemaninya di masa-masa koas hingga selesai. Saya mencubitnya dan berkata bagaimana bisa dia bertanya seperti itu. 
“Karena Ri, jarang ada perempuan yang mau temani laki-laki pas lagi susah”, 

Kata-kata yang keluar dari kepalanya selalu membuatku tercengang dan terharu. 
Semoga tak lama lagi, Tuhan

Ri

I Want to Remember 

Saya ingin selalu mengingat kata-kata manis yang Akbar ucapkan padaku. I want to remember those sweet words. 
Misalnya malam ini, di salah satu chat, dia bilang “Happy 2nd anniversary, my love”.

Akbar jarang mengingat tanggal 20. Tapi malam ini, tahun kedua kami bersama, dia mengatakan beberapa hal. Saya ingin menulisnya agar saya bisa terus mengingatnya, supaya kata-kata itu kekal disini. 
“Kamu adalah salah satu hal yang paling baik yang Tuhan berikan, setelah Abah, Mama, Dita dan Bang. Kamu itu seperti malaikat buatku. Ada banyak perempuan yang saya temui, tapi tidak ada yang seindah kamu”. 

“Mungkin kamu tidak tau, atau tidak sadar, tapi kamu sudah banyak sekali bersabar denganku. Saya sangat tau, Ri, kalau tidak gampang jadi kamu, yang memilih buat tetap bersabar”.

“Terimakasih sayang untuk semuanya. Untuk semua cinta dan sayang”, 

Waktu menulis ini, airmataku tidak bisa kutahan. Saya menangis terharu. Saya merasa begitu dicintai dan diinginkan. Saya bahagia. Saya tahu mungkin kedengaran gampangan, tapi perempuan memang mudah tersentuh. Saya hanya tidak menyangka, ada Akbar, yang begitu sabar dan tabah memilih tetap disampingku, despite of my every flaws, against all my odds. He stays no matter what. Saya kadang jadi begitu temperamen, emotional, critical dan seringkali speak before think, bikin orang di sekitarku merasa risih. Dan banyaaaak kekurangan-kekuranganku yang lain, selain I am also not physically attractive. 

But he stays. No matter what. 

Semoga Allah SWT menghendaki kami berdua bisa sama-sama. Menikah, berkeluarga dan hidup bahagia bersama-sama. 
I love you, sayang. 
Ri